Selasa, 03 November 2026
Nasional / Selasa, 03 November 2026 15:31 WIB

Dua Jenderal Polri Diduga Terlibat Penyadapan Presiden, Nama Listyo hingga Ahrie Sonta Disebut

BAGYNEWS.COM - Divisi Propam Mabes Polri mengamankan sejumlah jenderal, termasuk seorang perwira tinggi berpangkat bintang empat berinisial L, pada Selasa 3 November 2026.
‎
‎Pemeriksaan internal rahasia tersebut dilakukan untuk memverifikasi persoalan sensitif demi menjaga stabilitas organisasi kepolisian
‎
‎Operasi senyap itu berlangsung satu bulan setelah Jenderal Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
‎
‎Sejak hari pertama memegang tongkat komando, Jenderal Suyudi telah menegaskan bahwa langkah awalnya adalah menggelar konsolidasi internal secara menyeluruh guna menakar kesinambungan program korps.
‎
‎”Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Suyudi seusai dilantik.
‎
‎Di tengah upaya merapatkan barisan, ia menekankan orientasi Korps Bhayangkara untuk memulihkan kepercayaan publik lewat pendekatan yang humanis dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih.
‎
‎”Kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” kata dia.
‎
‎Sumber senator menyebutkan Kepala Staff Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo dan tiga jenderal polisi ditangkap divisi propam Mabes Polri. Empat jenderal itu disebut-sebut diketahui melakukan penyadapan kepada Presiden Prabowo.
‎
‎”Listyo sigit dan 3 jendral ditangkap. Ketauan nyadap Prabowo. Listyo Sudah dipulangkan barusan.,” kata sumber kepada senator
‎
‎”Mereka yang ditangkap: Irjen Pol. Ahrie Sonta – Kadivkum Mabes Polri, Irjen Pol. Eko Hadi Santoso – Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri dan terakhir Kombes Pol. Ferly Hediyat,” kata sumber.***
‎
‎Sumber: senator

Penulis :
Editor :
Kategori : Nasional

Nasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex