Panas! Herry Pras Digas Petarung Road to UFC, Berawal dari Kritik terhadap UAS dan UAH
BAGYNEWS.COM - Konfrontasi panas antara YouTuber Herri Pras dan petarung profesional MMA Yudi Cahyadi mendadak viral di media sosial. Ketegangan ini bermula setelah Yudi mendatangi kediaman Herri menyusul tantangan duel "sampai mati" yang sebelumnya dilontarkan oleh sang YouTuber di dunia maya.
Peristiwa tersebut turut diunggah melalui reel Instagram akun abi.dzar_alghifary. Dalam video yang memicu beragam reaksi netizen itu, kedatangan Yudi sebagai sesama insan bela diri untuk memenuhi tantangan sempat diwarnai penolakan oleh Herri.
Herri mengajukan syarat agar dilakukan pembuktian terlebih dahulu bahwa Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH) bukanlah "ulama munafik" seperti tuduhannya, yang kemudian memunculkan momen yang disorot publik di media sosial.
Akar Polemik: Kritik Terbuka Herri Pras terhadap UAS dan UAH
Perseteruan ini bukanlah kejadian mendadak. Sejak pertengahan 2025 hingga 2026, Herri Pras yang dikenal sebagai pendiri perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI) dan memiliki lebih dari 1,6 juta subscriber secara konsisten melontarkan kritik keras terhadap UAS dan UAH.
Herri menuduh kedua ustaz kondang tersebut tidak jujur kepada umat serta mengkritik pandangan terkait praktik keagamaan tertentu, seperti status "wali Allah" pada Guru Sekumpul.
Melalui video YouTube berjudul "Herri Pras Ultimatun Yudi Cahyadi Untuk Duel Sampai Mati Dengan Syarat Pembuktian Ini" yang diunggah sekitar 27 Oktober 2026, ia menyatakan siap bertarung di arena free fight hingga salah satu meninggal, dengan syarat ada pembuktian ilmiah dan teologis terlebih dahulu.
Herri bahkan sempat menawarkan pembiayaan riset selama sebulan untuk memverifikasi kredibilitas para ulama yang dibela.
Profil Yudi Cahyadi dan Benturan "Silat Lidah" vs Kemampuan Tempur Nyata
Di sisi lain, Yudi Cahyadi bukanlah nama sembarangan di dunia tarung bebas Indonesia. Ia merupakan petarung profesional kelas featherweight dengan rekor gemilang sekitar 8-3. Berafiliasi dengan Bandung Fighting Club dan berjuluk Prabu Gagak Lumayung, Yudi pernah merebut sabuk interim One Pride MMA serta tampil di panggung Road to UFC.
Latar belakang bela diri campurannya yang kuat dengan dasar Sanda/Wushu membuat kedatangannya ke rumah Herri menjadi sorotan tajam sebagai benturan antara opini dunia maya dan kemampuan tempur nyata di ring.
Pro-Kontra di Kalangan Netizen
Polemik ini membelah opini publik di dunia maya
Pihak pendukung ulama menuding Herri Pras sengaja mencari popularitas, memecah belah umat, serta berani mengkritik ulama besar tanpa adab dan ilmu yang memadai.
Pihak pendukung Herri memuji keberanian sang YouTuber dalam melontarkan kritik terhadap apa yang mereka anggap sebagai bentuk pembodohan umat.
Sementara itu, pihak UAS dan UAH hingga kini belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait polemik yang melibatkan nama mereka. Peristiwa konfrontasi langsung ini pun terus menjadi perdebatan hangat di tengah warganet mengenai batas antara kebebasan berpendapat, kritik, adab, serta potensi kekerasan fisik.**
sumber: gelora.co
| Penulis |
: |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Nasional |