">

Sabtu, 31 Oktober 2026
Indragiri Hilir / Jum'at, 30 Oktober 2026 20:12 WIB

Menjaga "Sabuk Hijau" Pesisir, Asa Baru Pemulihan Mangrove dan Ekonomi Warga di Indragiri Hilir

BAGYNEWS.COM - Dengan luas mencapai lebih dari 130.000 hektare, hutan mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami pesisir. Kawasan ini juga menjadi penjaga kebun-kebun kelapa sekaligus habitat penting bagi perkembangbiakan biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

​Demi menjaga kelestariannya, Bupati Indragiri Hilir, Herman, hadir sebagai narasumber dalam forum diskusi strategis yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Keberlanjutan Provinsi Riau di salah satu hotel di Pekanbaru, Kamis 29 Oktober 2026.

​Diskusi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, selaku Ketua Tim Pelaksana Kelompok Kerja Mangrove Daerah yang bertindak sebagai keynote speaker. 

Sederet narasumber penting lainnya juga hadir, di antaranya Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau M. Job Kurniawan, Koordinator Pusat Unggulan Iptek Gambut dan Kebencanaan Universitas Riau Eng. Sigit Sutikno, serta perwakilan Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Riau, Muhammad Arif Fachrurozi.

​Dalam pemaparannya, Bupati  Herman mengungkapkan, sebagian wilayah hutan mangrove di daerahnya mengalami kerusakan akibat penebangan liar dan abrasi ombak yang menggerus garis pantai. Dampaknya pun dirasakan langsung oleh para petani karena kebun kelapa ikut rusak dan perekonomian masyarakat terpuruk.

​"Sedih rasanya ketika melihat kelapa yang biasa menjulang kini tinggal batangnya saja. Alhamdulillah, ada bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Balai Wilayah Sungai berupa tanggul pemecah gelombang. Jadi, ketika air masuk, ia meninggalkan lumpur dan material lain yang menumpuk menjadi daratan baru, dan di sinilah nantinya akan ditanam kembali pohon mangrove," ungkap Bupati.

​Upaya rehabilitasi ini mendapat dorongan besar melalui proyek nasional M4CR yang digagas oleh Kementerian Kehutanan. Proyek ini bertujuan memulihkan ekosistem mangrove yang terdegradasi, memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari ancaman bencana, sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

​"Kami melibatkan kelompok masyarakat secara langsung dalam penanaman bibit mangrove, pembersihan, hingga pemeliharaan tanaman dengan sistem upah harian. Selain itu, ada pembinaan, pelatihan, dan pendampingan budidaya ramah lingkungan seperti udang dan kepiting, serta usaha alternatif pesisir lainnya. Mereka juga dilindungi dengan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan," jelas Muhammad Arif Fachrurozi dari PPIU M4CR Riau.

​Bupati berharap kebermanfaatan proyek ini dapat terus berlanjut guna memperbaiki kawasan yang rusak dan memperluas areal hijau mangrove. 

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala DLHK Provinsi Riau M. Job Kurniawan menilai M4CR telah menerapkan langkah-langkah perbaikan yang selaras dengan budaya dan karakteristik geografis masing-masing kabupaten.

​"Jika hutan mangrove di atasnya baik, maka baik pula kehidupan di bawah lautnya. Mari kita jaga mangrove yang telah ditanam dan jangan ada lagi yang melakukan penebangan hanya demi keuntungan sesaat," pesan M. Job Kurniawan.

​Melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat ini, Bupati Herman optimistis upaya rehabilitasi mangrove di Kabupaten Inhil yang tercatat memiliki kawasan mangrove terluas di Riau tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir secara berkelanjutan.***

Penulis : mdc
Editor : bastian
Kategori : Indragiri Hilir

Indragiri Hilir

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex