Tembus Rp1,04 Triliun, Pajak Perkotaan Pekanbaru Capai 80 Persen dari Target
BAGYNEWS.COM - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak perkotaan di Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif yang signifikan. Hingga 23 Oktober 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru sukses menghimpun pendapatan daerah sebesar Rp1,04 triliun.
Kepala Bapenda Pekanbaru, T. Denny Muharpan, mengungkapkan bahwa capaian tersebut telah menyentuh angka 80 persen dari total target tahun 2026 yang ditetapkan Pemko Pekanbaru sebesar Rp1,3 triliun.
Angka ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
"Kami terus berupaya menggali potensi pendapatan yang ada. Apalagi dengan adanya kebijakan keringanan yang diberikan bapak wali kota, terbukti sangat membantu meningkatkan animo masyarakat untuk membayar pajak," ujar Denny, Selasa 27 Oktober 2026.
Sektor Pajak Tumbuh Pesat
Denny merinci, tren positif ini didorong oleh pertumbuhan mentereng dari sejumlah sektor pajak dibandingkan tahun sebelumnya.
Pajak Reklame, misalnya, mengalami lonjakan hingga 37,5 persen dari Rp32,4 miliar pada tahun lalu menjadi Rp44,6 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Lonjakan paling fantastis dicatatkan oleh Pajak Air Tanah yang melesat hingga 141 persen, dari Rp9,5 miliar kini menembus angka Rp23,7 miliar. Sementara itu, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk kategori makanan dan minuman tumbuh 17,8 persen dengan raihan lebih dari Rp400 miliar (naik dari Rp339 miliar tahun lalu), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini telah terkumpul sebesar Rp162,6 miliar.
Optimalkan Potensi dan Layanan Digital
Untuk mengejar sisa target hingga akhir tahun, Bapenda terus mengintensifkan pendataan, pengawasan potensi pajak, serta menggenjot tingkat kepatuhan wajib pajak melalui kemudahan layanan.
Selain memberikan relaksasi berupa kebijakan keringanan, Bapenda Pekanbaru juga telah mendigitalisasi seluruh proses pelayanan dan pembayaran pajak agar dapat diakses secara online melalui perbankan maupun platform e-commerce.
"Untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, kami terus mendorong kepatuhan masyarakat. Seluruh proses pelayanan dan pembayaran pajak saat ini juga sudah terintegrasi secara online melalui bank dan e-commerce," pungkasnya.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Ekbis |