Kamis, 22 Oktober 2026
Sosmed / Kamis, 22 Oktober 2026 13:06 WIB

Unggahan Lama Gibran “Saya Gak Punya Malu” Kembali Viral di Tengah Desakan Pemakzulan

BAGYNEWS.COM - Sebuah unggahan lama di akun X (sebelumnya Twitter) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali beredar luas di media sosial. 

Unggahan tersebut memuat kalimat “Awokwowkwkwowk tapi saya gak punya malu pak” yang kini dikaitkan oleh sejumlah pihak dengan desakan pemakzulan terhadapnya terkait temuan Mahkamah Konstitusi (MK) soal bukti ijazah setara SMA.

Unggahan itu berasal dari akun @gibran_tweet pada 28 Januari 2023. Saat itu, Gibran membalas komentar netizen yang menyebut dirinya “harusnya malu” karena pemberitaan media asing dinilai bukan soal prestasi. Gibran menjawab dengan nada santai dan humor khasnya:

“Awokwowkwkwowk tapi saya gak punya malu pak.” Unggahan tersebut mendapatkan lebih dari seribu likes dan ratusan repost pada masanya

Kini, di tengah kontroversi ijazah yang memanas setelah putusan MK, unggahan lama itu kembali disebarluaskan oleh warganet dan pengamat politik. Banyak yang mengaitkannya dengan pernyataan Gibran baru-baru ini yang menegaskan bahwa ia tidak mungkin bisa kuliah hingga S1 di Singapura jika tidak lulus SMA.

Sebaliknya, pihak yang mendorong pemakzulan menilai sikap tersebut mencerminkan “ketidakmaluan” di tengah temuan lembaga peradilan konstitusi.

Konteks Putusan MK dan Desakan Pemakzulan

Pada 6 Oktober 2026, MK memutuskan tidak menerima permohonan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan Gibran saat pencalonan Pilpres 2024. Namun, dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah atau sertifikat pendidikan setara SMA dari luar negeri. 

Temuan ini menjadi dasar sejumlah pihak, termasuk penggugat seperti Denny Indrayana dan Ansufri Idrus Sambo, untuk mendorong Gibran mundur atau diusulkan dimakzulkan oleh DPR.

Roy Suryo, misalnya, secara terbuka menyarankan Gibran untuk “malu” dan mundur jika tidak ingin menghadapi tekanan lebih besar. Beberapa fraksi di DPR juga dikabarkan membuka peluang mendukung wacana hak angket atau usulan pemakzulan, meskipun prosesnya harus melalui mekanisme konstitusional yang panjang (usulan DPR, pemeriksaan MK, dan keputusan MPR). Di sisi lain, pihak pendukung Gibran dan sejumlah partai koalisi menilai putusan MK telah final dan tidak secara otomatis membuka jalan pemakzulan.

Reaksi Publik dan Posisi Gibran

Unggahan lama Gibran yang menyatakan “gak punya malu” kini banyak di-quote bersamaan dengan tagar terkait ijazah dan pemakzulan. Sebagian netizen menilai pernyataan tersebut sebagai bukti sikap yang konsisten, sementara yang lain melihatnya sebagai indikasi kurangnya sensitivitas terhadap tuntutan akuntabilitas publik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Gibran atau timnya yang secara langsung merespons peredaran ulang unggahan 2023 tersebut. Sebelumnya, Gibran menegaskan menghormati proses di MK dan menyatakan bahwa ia telah menempuh pendidikan hingga jenjang S1. 

Kontroversi ijazah ini sendiri telah berlangsung sejak 2025 dan melibatkan berbagai gugatan di pengadilan, penelusuran ke Singapura dan Australia, serta pernyataan dari atase pendidikan KBRI yang menyebut tidak menemukan arsip terkait.

Polemik ini terus bergulir, dengan desakan pemakzulan di satu sisi dan penolakan politisasi di sisi lain. Publik menunggu langkah konkret dari DPR maupun sikap resmi pemerintahan terkait apakah wacana tersebut akan berlanjut menjadi proses konstitusional atau berhenti sebagai perdebatan politik.***


sumber: gelora.co

Penulis :
Editor :
Kategori : Sosmed

Sosmed

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex