Selasa, 20 Oktober 2026
Internasional / Senin, 19 Oktober 2026 09:47 WIB

Kabut Asap Memburuk, Warga Singapura Berburu Masker

BAGYNEWS.COM - Warga Singapura mulai berbondong-bondong memburu masker pelindung diri seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap pekat. 

Fenomena pencemaran lintas batas ini membuat indeks standar polutan atau pollutant standards index (PSI) di sejumlah wilayah melonjak hingga kategori sangat tidak sehat sejak akhir pekan lalu.

Dikutip dari laporan Malay Mail, Senin 19 Oktober 2026, hampir 20 orang mengantre di mesin penjual masker yang ada di stasiun MRT Toa Payoh sekitar pukul 12.33 waktu setempat. Mengingat antrean cukup panjang, proses penjualan harus dibantu oleh seorang petugas. Warga yang mengantre menghabiskan waktu sekitar 5 hingga 7 menit untuk mendapatkan masker.

Selain berburu masker, sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan keluarganya, terutama anggota keluarga yang memiliki penyakit bawaan atau rentan terhadap gangguan pernapasan.

Salah satu warga, Patience Lim, mengatakan dirinya merupakan pengidap asma, sehingga ia berusaha mengurangi paparan kabut asap dengan lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, termasuk di pusat perbelanjaan.

Lim kini harus menutup jendela rumahnya rapat-rapat dan menggunakan alat pembersih udara untuk menghadapi kondisi udara yang memburuk. Ia juga menyoroti kualitas udara di Singapura kini sudah masuk level mengkhawatirkan. Menurutnya, PSI level 180 saja sudah menunjukkan kondisi yang buruk.

Sementara itu, seorang pensiunan berusia 67 tahun bernama Jayme mengaku tidak bisa mengambil masker untuk putrinya dari mesin penjual otomatis tersebut meskipun anaknya yang mengidap alergi telah memenuhi syarat.

Jayme turut mengkritik Pemerintah Singapura terkait waktu penerapan langkah-langkah penanganan kabut asap. Ia menilai Singapura semestinya dapat lebih siap karena pernah menghadapi situasi serupa sebelumnya.

Sebelumnya, pada Jumat 16 Oktober 2026, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, menyampaikan, kondisi kabut asap menyelimuti Singapura diperkirakan masih akan berlangsung untuk beberapa waktu. Meski demikian, kualitas udara diprediksi akan perlahan membaik seiring datangnya musim hujan dalam 3 hingga 4 minggu ke depan.***

Penulis :
Editor :
Kategori : Internasional

Internasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex