Sumatera Darurat Asap, 3.252 Titik Panas Terdeteksi dan Sumsel Penyumbang Terbanyak
BAGYNEWS.COM - Sebanyak 3.252 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis 15 Oktober 2026.
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan angka yang sangat signifikan, yakni mencapai 2.456 titik.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi (Stamet) Pekanbaru, jumlah hotspot di Sumatera Selatan jauh melampaui provinsi-provinsi lainnya. Di posisi kedua, Provinsi Jambi tercatat memiliki 352 titik panas, disusul oleh Bangka Belitung sebanyak 284 titik, dan Lampung dengan 141 titik.
Sementara itu, wilayah lainnya di Sumatera mencatatkan angka yang lebih rendah, yakni Bengkulu sebanyak delapan titik, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing tiga titik, serta Aceh dengan satu titik.
"Di Provinsi Riau, BMKG mendeteksi empat titik panas. Sebarannya meliputi Kabupaten Bengkalis satu titik, Kabupaten Siak dua titik, dan Kota Dumai satu titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, Kamis.
Meskipun jumlah hotspot di Riau terbilang relatif sedikit dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Sumatera, kondisi udara di wilayah ini tetap berpotensi mengalami kekaburan akibat sebaran asap.
Dalam prakiraan cuaca Kamis 15 Oktober 2026, BMKG menyebutkan bahwa kondisi udara kabur akibat asap berpotensi terjadi mulai pagi hingga dini hari. Di sisi lain, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga diprakirakan turun di sejumlah wilayah Riau.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk asap bagi kesehatan, khususnya gangguan pernapasan.
Warga disarankan untuk mengenakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kabut asap semakin pekat.
Sebagai catatan, data hotspot tersebut merupakan hasil pemantauan satelit yang diperbarui pada pukul 23.00 WIB. Titik panas ini merupakan indikasi awal dan tidak serta-merta menunjukkan bahwa setiap titik mewakili kebakaran hutan dan lahan yang telah terkonfirmasi di lapangan.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Regional |