Minggu, 11 Oktober 2026
Indragiri Hulu / Sabtu, 10 Oktober 2026 08:41 WIB

Dibina Pertamina EP Lirik, Ibu-ibu Hebat Ubah Sampah Jadi Sejuta Manfaat

BAGYNEWS.COM - Setelah sukses memproduksi makanan ringan berupa keripik pisang dan keripik ubi, kini, puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, Desa Proklim Lambangsari V, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau berhasil pula mengolah dan mengubah sampah menjadi sumber pendapatan, pupuk organik dari sampah basah yang di fermentasi dan sejuta manfaat lainnya.

Kegigihan kelompok ibu-ibu hebat tersebut tidak terlepas dari dukungan Pertamina EP Lirik yang sejak dulu selalu mendukung penuh kegiatan KWT Melati, termasuk dalam pengelolaan sampah. Rabu, 7 Oktober 2026 kemarin di aula Kantor Desa Proklim Lambangsari V, dilaunching bank sampah Delima, juga terdiri ibu-ibu KWT Melati dan beberapa bapak-bapak.

Launching bank sampah tersebut dihadiri oleh Manajer Pertamina Lirik, Lukman Arif, Bupati Inhu yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Inhu, Elpahri Adha, Camat Lirik, Sudarman, Kepala Desa Proklim Lambangsari V, Safrizal dan puluhan ibu-ibu KWT Melati serta pengelola bank sampah Delima.

Manager Pertamina EP Lirik, dalam sambutannya saat acara itu mengatakan, pembinaan dan pendampingan terhadap KWT Melati dan bank sampah Delima Desa Proklim Lambangsari V merupakan implementasi dan dukungan nyata terhadap program pemerintah, yakni menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya mengelola sampah dengan baik.

Dijelaskannya, jika dulu pemerintah menganjurkan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, namun sekarang sudah naik level, yakni membuang sampah sesuai jenisnya. Sampah organik, non organik, hingga sampah rumah tangga harus dibuang ditempatnya.

"Untuk mendukung dan memujudkan hal tersebut, kita telah memberikan bantuan berbagi peralatan pencacah sampah kering, tong sampah dan sarana prasarana lainnya pada pengelola bank sampah Delima di desa ini," ujar Lukman Arif.

Menurut Lukman, Desa Proklim Lambangsari V diharap menjadi pilot project bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Inhu, bisa mengubah sampah menjadi nilai. Melalui kelompok ini, hendaknya juga dapat memberikan edukasi pada masyarakat tentang nilai sampah, sekaligus kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha dalam pengelolaan sampah

Sementara, Kadis DLH Inhu dalam arahannya menyebutkan, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu mengucapkan terima kasih pada Pertamina EP Lirik atas binaan, dukungan dan bantuan terhadap masyarakat Desa Lambangsari V dalam mengelola sampah sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.

"Terima kasih juga pada ibu-ibu dan bapak-bapak Desa Proklim Lambangsari V yang tergabung dalam pengelola bank sampah Delima, kami dari Pemkab Inhu selalu mendukung kegiatan yang positif ini," sebut Elpahri Adha.

Sebagaimana diketahui, terang Kadis DLH, saat ini Pemkab Inhu tengah menggesa persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Canai, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Inhu.

Menurut data lapangan, dalam sehari total sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA Batu Canai dan TPA Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu, Inhu mencapai 30-35 ton dalam sehari. Sementara, selama ini pengelolaan sampah di masing-masing TPA, khususnya TPA Batu Canai tidak optimal.

Akibatnya, puluhan bahkan ratusan ton sampah menumpuk di TPA tanpa dikelola dengan baik. Hal ini tentu dapat menimbulkan berbagai dampak lingkungan. "Alhamdulillah, dalam waktu lebih kurang 3 bulan sejak saya dilantik menjadi Kadis, persoalan sampah di TPA sudah teratasi, TPA Batu Canai saat ini telah bersih, tdiak ada lagi tumpukan sampah, bahkan Bupati Inhu dan sejumlah pejabat lainnya sudah berkali-kali makan bersama di TPA, bukti jika TPA betul-betul sudah clear," ujar Elpahri.

Mengenai KWT Melati dan bank sampah Delima, Ia berharap agar Pertamina EP Lirik dapat menjadi bapak angkat permanen bagi masyarakat Desa Proklim Lambangsari V dalam mengatasi masalah lingkungan, Pemkab Inhu melalui DLH Inhu akan tetap memberikan dukungan penuh terhadap program-program peduli lingkungan baik di Desa Proklim Lambangsari V atau desa lainnya di Kabupaten Inhu.

Sementara, Kades Lambangsari V, juga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pertamina EP Lirik yang telah membina KWT Melati dan bank sampah Delima, bahkan jauh sebelum bank sampah dibentuk, Pertamina telah berhasil memotivasi masyarakat untuk mengumpulkan dan memisahkan sampah plastik, sampah basah biopori untuk fermentasi sampah basah jadi pupuk organik.

"Terima juga kami ucapkan pada Pemkab Inhu, khususnya DLH Inhu yang secara rutin turun ke desa kami untuk memberikan pelatihan dan edukasi tentang masalah lingkungan," ucapnya mengakhiri sambutan.

Ketua KWT Melati dan bank sampah Delima, Sri Wiji Rahayu Ningsih dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan KWT Melati dan bank sampah Delima tidak terlepas dari dukungan penuh dari Pertamina EP Lirik, Pemkab Inhu, pihak Kecamatan dan pemerintah Desa Lambangsari V.

"Sudah sewajarnya kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada Pertamina EP Lirik dan pemerintah Kabupaten Inhu, sehingga kami telah mampu berdiri secara mandiri, bisa menopang ekonomi keluarga, dan berperan dalam menjaga masalah lingkungan," tuturnya.

Selepas launching, puluhan awak media yang hadir dibawa meninjau sebidang lahan dengan luas lebih kurang 1 hektar milik Bumdes yang dikelola KWT Melati. Diatas lahan tersebut, terdapat hamparan kebun ubi kayu, pisang yang menjadi bahan baku usaha keripik pisang dan keripik ubi, durian, rambutan, kolam ikan, pembibitan hingga ratusan ekor ayam petelor.(bgy/Efril Reza)

Penulis : Efril Reza
Editor :
Kategori : Indragiri Hulu

Indragiri Hulu

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex