Sabtu, 10 Oktober 2026
Kuantan Singingi / Jum'at, 09 Oktober 2026 17:16 WIB

Ribuan Hotspot Ngepul di Sumsel dan Jambi, Plt Bupati Kuansing Sebut Kabut Asap di Riau Kiriman Tetangga

BAGYNEWS.COM - Kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau, termasuk Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kian menyita perhatian serius pemerintah daerah. 

Plt Bupati Kuansing, H. Muklisin, menegaskan bahwa pekatnya asap yang masuk ke Riau didorong oleh kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga.

​"Asap yang masuk ke Riau diduga kuat berasal dari karhutla di wilayah tetangga, terutama Sumatera Selatan dan Jambi," ungkap Muklisin.

​Lonjakan Ribuan Titik Panas di Sumatera

​Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Pekanbaru, terdeteksi lonjakan 4.845 titik panas (hotspot) di seluruh Pulau Sumatera. Sumatera Selatan mencatat angka tertinggi mencapai 3.847 titik, disusul Jambi sebanyak 384 titik.

​Pola pergerakan angin membawa kabut asap dari wilayah selatan menuju Sumatera bagian tengah dan utara. Hal ini mengonfirmasi bahwa asap yang mengepung Riau tidak sepenuhnya berasal dari kebakaran lokal, melainkan akibat paparan lintas wilayah.

​Meski demikian, penanganan di tingkat daerah terus digencarkan. Pemprov Riau bersama Forkopimda, BPBD, Polres, Satpol PP, Damkar, dan TNI di Kuansing terus bersiaga melancarkan aksi pencegahan serta pemadaman darat.

​"Pemerintah sudah berusaha maksimal menekan titik api. Mari kita bijak dan tidak saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah memperkuat kolaborasi pencegahan bersama," tegas Muklisin, didampingi Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal dan Pj Sekda Drs. Muradi, M.Si.
​
Warga Diimbau Pakai Masker

​Memburuknya paparan asap turut memicu penurunan kualitas udara. Data BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 141 mikrogram per meter kubik, yang masuk dalam kategori tidak sehat.

​Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuansing resmi mengeluarkan imbauan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Penggunaan Masker
Wajib mengencerkan penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

​Pembatasan Aktivitas:
Mengurangi kegiatan luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

​Kewaspadaan Bersama
Meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan agar tidak memicu titik api baru di area lokal.

​"Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Mari bahu-membahu menjaga lingkungan sekaligus melindungi kesehatan diri dan keluarga," tutup Muklisin."***

Penulis :
Editor : bastian
Kategori : Kuantan Singingi

Kuantan Singingi

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex