Kamis, 24 September 2026
Regional / Rabu, 23 September 2026 10:20 WIB

Murid SD Meninggal Gegara Tersedak Biji Kelengkeng MBG

BAGYNEWS.COM - Reyhan Arisyah Putra (9), siswa kelas 3 SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal dunia setelah tersedak biji kelengkeng yang berasal dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa 22 September 2026

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat kegiatan sekolah tengah berlangsung.

Saat itu, makanan program MBG yang berasal dari SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno telah dibagikan kepada siswa SDN 03 Poncowarno.

Salah satu makanan dalam paket tersebut adalah buah kelengkeng yang diberikan sebagai pencuci mulut.

Pihak sekolah sebelumnya telah mengingatkan para siswa agar makanan yang dibagikan disimpan terlebih dahulu dan dikonsumsi pada waktu yang telah ditentukan.

Namun, Reyhan kemudian memakan buah kelengkeng sambil bermain dan berlari-larian bersama teman-temannya.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP M Prenanta Al Ghazali membenarkan rangkaian kejadian tersebut.

"Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak," kata Prenanta.

Sempat Minta Pertolongan

Setelah tersedak, Reyhan sempat meminta bantuan kepada teman sekelasnya yang bernama Davin.

Ia kemudian keluar dari ruang kelas sambil memegang leher. Reyhan lantas meminta pertolongan kepada penjaga sekolah, Ahmad Surahman.

Ahmad mencoba memberikan pertolongan dengan menepuk punggung Reyhan.

Namun, kondisi bocah tersebut belum membaik. Reyhan kemudian dibawa ke ruang kepala sekolah agar mendapatkan pertolongan dari guru dan pihak sekolah.

"Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang tertelan tidak keluar," ujar Prenanta.

Kepala Kampung Poncowarno, Heri Eliyanto, mengatakan siswa lain yang melihat Reyhan mengalami sesak napas dan kejang segera memberi tahu guru yang berada di lokasi.

Situasi sekolah pun berubah menjadi panik. "Tanpa membuang waktu dan tanpa menunggu kendaraan dinas maupun ambulans, para guru langsung membawa Reyhan menuju Puskesmas terdekat," ujarnya.

Dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit Pihak sekolah kemudian membawa Reyhan ke Puskesmas Poncowarno.

Menurut Heri, jarak antara sekolah dan puskesmas sekitar 500 meter.

Di fasilitas kesehatan tersebut, Reyhan mendapat penanganan medis darurat.

Namun, korban kemudian harus dirujuk ke RS Kartini Kalirejo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Para guru dan pihak terkait langsung melarikan Reyhan ke RS Kartini Kalirejo. Sayangnya, setibanya di ruang perawatan medis rumah sakit, nyawa bocah berusia 9 tahun tersebut sudah tidak dapat diselamatkan lagi oleh tim medis," kata Heri.

Prenanta juga mengatakan Reyhan dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit.

"Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia," kata Prenanta.

Jenazah Reyhan Dibawa ke Rumah Duka.

Menurut Heri, korban dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB di pemakaman setempat.

"Prosesi pemakaman dihadiri oleh jajaran Muspika termasuk Camat, Kapolsek Kalirejo, Kepala Kampung, serta jajaran guru dan warga sekitar," ujar dia.

Guru sebelumnya sudah mengimbau siswa
Heri mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah mengingatkan siswa agar tidak langsung mengonsumsi makanan MBG yang baru dibagikan.

Saat kejadian, sekolah juga tengah menggelar kegiatan ekstrakurikuler.

Guru pendamping disebut telah melakukan pengawasan, tetapi jumlah siswa yang mencapai puluhan membuat pengawasan tidak dapat dilakukan terhadap setiap anak secara terus-menerus.

"Guru pendamping sudah mengawasi dan mengimbau agar makanan dikonsumsi nanti. Namun namanya anak-anak, dengan jumlah puluhan anak dan pengawas terbatas, begitu melihat kelengkeng mereka senang," ungkap Heri seperti dilansir dari gelora.com.

Dalam keterangan lainnya, Heri menjelaskan bahwa pihak sekolah dan guru sebelumnya juga meminta siswa menyimpan makanan terlebih dahulu.

"Dalam paket menu yang dibagikan pagi itu, terdapat buah kelengkeng sebagai pencuci mulut. Pihak sekolah dan dewan guru sebenarnya telah mengimbau serta mengawasi para siswa agar makanan tersebut disimpan terlebih dahulu dan baru dikonsumsi pada waktunya," ujar Heri, Selasa 22 2026.

Menurut Heri, Reyhan kemudian menyantap kelengkeng sambil bermain bersama teman-temannya hingga akhirnya tersedak.

Periksa Saksi

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan Reyhan meninggal dunia.

Sejumlah saksi juga dimintai keterangan.

Prenanta mengatakan, keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Reyhan.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Kesubag Tata Usaha KPPG Bengkulu-Lampung Fitra Alfarisi mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Namun, pihaknya belum memberikan penjelasan lebih jauh karena masih menunggu arahan pemerintah pusat.

"Iya, sudah ada laporan terkait peristiwa tersebut, namun kami belum bisa berkomentar banyak karena masih menunggu arahan dari pusat," kata Fitra saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

Heri mengatakan kejadian tersebut membuat para guru terpukul.

Ia berharap insiden itu menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam pengawasan dan cara siswa mengonsumsi makanan di lingkungan sekolah.

"Musibah ini bukan semata-mata kelalaian pihak sekolah. Tugas pokok guru adalah mendidik dan mengajar anak bangsa," kata Heri.

Ia juga berharap peristiwa tersebut tidak langsung dibebankan kepada guru, tetapi dijadikan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kejadian ini adalah musibah dan takdir, namun tetap menjadi evaluasi bersama ke depannya," pungkasnya.***

Penulis :
Editor :
Kategori : Regional

Regional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex