Selasa, 08 September 2026
Riau / Selasa, 08 September 2026 08:18 WIB

Jadi Penyumbang Terbanyak di Riau, 135 Titik Api Terdeteksi di Inhu

​BAGYNEWS.COM -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memantau sebanyak 270 titik panas (hotspot) tersebar di Provinsi Riau hingga Selasa 7 September 2026. 

Angka ini merupakan bagian dari total 2.121 hotspot yang mengepung wilayah Sumatera.

​Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, mengungkapkan bahwa Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Riau.

​"Dari total 270 hotspot di Riau, sebanyak 135 titik terdeteksi di Indragiri Hulu," ujar Mari Frystine.

Sebaran Titik Panas di Kabupaten/Kota se-Riau: ​Indragiri Hulu: 135 titik, ​Bengkalis: 42 titik, ​Kota Dumai: 23 titik, ​Indragiri Hilir: 18 titik, ​Siak: 11 titik, ​Kampar: 10 titik, ​Pelalawan: 10 titik, ​Kepulauan Meranti: 9 titik, ​Rokan Hilir: 4 titik, ​Rokan Hulu: 4 titik dan ​Kuantan Singingi: 4 titik

​Sumut hingga Sumsel Membara

Secara regional, Sumatera Selatan mencatatkan jumlah titik panas tertinggi di Pulau Sumatera, yakni mencapai 1.218 titik. Disusul Jambi (212 titik), Riau (270 titik), Bangka Belitung (164 titik), Lampung (128 titik), Kepulauan Riau (66 titik), Sumatera Barat (37 titik), dan Sumatera Utara (26 titik).

​Maraknya titik panas ini menjadi perhatian serius lantaran kondisi cuaca di Riau masih didominasi udara kabur hingga berawan.

​Meski demikian, BMKG memprakirakan adanya potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang pada malam sampai dini hari di beberapa wilayah, seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kampar, Siak, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Pekanbaru.

​Masyarakat yang berada di daerah rawan diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menghindari segala aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.***

Penulis : rac
Editor : bastian
Kategori : Riau

Riau

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex