BAGYNEWS.COM - Anak pacu Jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023 yang memang dan mengangkat sebotol tuak akhirnya meminta maaf kepada masyarakat Kuansing.
Pria tersebut diketahui bersama Polda Sitanggang. Ketika menyampaikan permintaan maaf dimedia sosial dia didampingi Ketua Pemuda Batak Kuansing, Hardianto Manik.
"Pertama kali datang aku ke Kuansing. Bahwasannya saya tidak tahu bahwasannya itu melanggar, minuman di atas jalur. Saya tidak tahu," ujar Polda, dalam video yang beredar di media sosial, Sabtu 22 Agustus 2026.
"Saya dari kampung. Ini pertama kali. Kalau ada kesalahan saya minta maaf," sambungnya.
Sementara Ketua Pemuda Batak Kuansing (PBK), Hardianto Manik, juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kuansing atas kejadian tersebut.
Hardianto diketahui seorang anggota Polri yang bertugas di Kuansing itu menjelaskan, Polda merupakan warga yang baru pertama kali datang ke Kuansing untuk menyaksikan langsung Festival Pacu Jalur.
Menurutnya, saat jalur Bintang Emas Cahaya Intan selesai mengikuti perlombaan dan hendak kembali, Polda meminta naik ke atas jalur karena merasa bangga, kemudian mengeluarkan sebotol tuak.
"Kebetulan pada saat kami pulang jalur, beliau meminta naik jalur karena kebanggaannya dan mengeluarkan sebotol tuak," kata Hardianto.
Ia menegaskan kejadian tersebut tidak dilakukan dengan sengaja dan memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan agar hal serupa tidak kembali terjadi.
"Tidak ada diperbuat dengan sengaja. Dengan itu, atas nama keluarga besar PBK Kuansing, saya minta maaf," ujarnya.
Hardianto juga memastikan akan mengontrol masyarakat Batak yang datang dari luar provinsi selama berada di Kuansing.
"Kita akan mengontrol seluruh masyarakat Batak yang datang dari luar provinsi," pungkasnya.
Pada berita sebelumnya aksi tidak terpuji oleh seorang anak pacu yang sengaja memamerkan diduga sebotol minuman keras jenis tuak di atas jalur usai berlaga.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah kemeriahan gelaran Pacu Jalur Kharisma Event Nasional di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kuantan Singingi (Kuansing) pada Jumat 21 Agustus 2026.
Anak pacu tersebut diketahui membela jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023, sebuah jalur asal Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan.
Dalam rekaman video yang beredar luas di TikTok dan Instagram, pemuda tersebut tampak memegang dan mengangkat sebotol minuman tersebut ke khalayak ramai (penonton) yang berada di Tepian Narosa.
Aksi tersebut memicu gelombang kritik pedas dari masyarakat Kuansing. Banyak pihak menilai perbuatan oknum tersebut merusak nilai-nilai luhur dan kesucian tradisi Pacu Jalur yang dijunjung tinggi sebagai warisan budaya.
"Pacu Jalur itu tradisi luhur yang penuh semangat gotong royong dan nilai keagamaan, bukan tempat buat gaya-gayaan apalagi bawa minuman keras. Kejadian ini sangat mencoreng nama perhelatan Pacu Jalur dan norma-norma yang sudah tertanam sejak dulu kala," ujar Firman (38), salah seorang warga Kuansing.
"Perilaku membawa minuman yang diduga keras bertentangan dengan marwah Pacu Jalur yang identik dengan kebudayaan Kuansing yang religius," sambung Firman.
Kemudian Agus, warga Kuansing lainnya mendesak panitia pelaksana (Panpel) untuk memberikan sanksi tegas, berupa larangan ikut serta pada perhelatan pacu jalur kedepannya.
Selain itu, pengurus Jalur Bintang Emas Cahaya Intan dan pihak Desa Tanjung didesak segera memberikan klarifikasi serta melakukan pembenahan internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali.***
| Penulis | : |
| Editor | : |
| Kategori | : Sosmed |
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex

