Ronald Koeman Mundur dari Timnas Belanda
BAGYNEWS.COM - Ronald Koeman resmi mundur dari kursi pelatih Timnas Belanda usai tersingkir dari Piala Dunia 2026. Keputusan besar yang datang di tengah sorotan tajam kasus rasisme terhadap pemain Oranje.
Belanda gagal melangkah lebih jauh setelah kalah adu penalti melawan Timnas Maroko pada babak 32 besar. Duel di Monterrey berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal, sebelum Maroko unggul dalam drama tos-tosan.
Kekalahan tersebut meninggalkan luka ganda. Tiga pemain Belanda, Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, gagal mengeksekusi penalti dan langsung menjadi sasaran komentar diskriminatif, rasis, serta penuh kebencian di media sosial.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda atau KNVB membenarkan adanya serangan rasis itu. Federasi menyebut perlakuan terhadap pemain tidak bisa diterima dalam kondisi apa pun.
Keputusan Besar Ronald Koeman
Koeman, berusia 63 tahun, mengakhiri periode keduanya menangani tim nasional Belanda. Dia juga memberi sinyal kuat perjalanan karier kepelatihannya bisa berhenti sampai di sini.
“Melihat kembali perjalanan karier saya, saya merasa sangat bangga. Saya bekerja dengan klub dan orang-orang yang membentuk saya dan memberi saya kenangan yang akan saya hargai seumur hidup,” tulis Koeman di Instagram.
Dia mengakui kegagalan di Piala Dunia meninggalkan kekecewaan mendalam.
“Kami semua bermimpi tentang Piala Dunia tempat kami bisa menulis sejarah. Itu tidak terwujud. Tidak ada yang lebih kecewa soal itu selain saya,” lanjutnya.
Koeman menekankan perubahan perspektif hidup yang dia rasakan dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun-tahun terakhir membuat saya kembali menyadari ada hal yang lebih penting dibanding sepak bola. Sepak bola menjadi hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai. Saat orang yang kamu cintai sedang berjuang melawan pertarungan berat, sudut pandangmu berubah,” ucapnya.
Istri Koeman, Bartina, diketahui didiagnosis kanker payudara. Kondisi keluarga tersebut menjadi faktor besar di balik keputusannya menepi dari sepak bola profesional.
Di sisi lain, KNVB menyatakan siap menempuh jalur pidana terhadap siapa pun yang menghina pemain Belanda secara rasis. Federasi menegaskan proses hukum bisa berujung penyelidikan kriminal setelah laporan resmi masuk.
“Kami menilai ini memalukan. Sepak bola menyatukan jutaan orang, sedangkan diskriminasi melakukan hal sebaliknya dan bertentangan dengan semua nilai sepak bola,” tegas KNVB.
Kasus ini mengingatkan publik pada insiden rasisme yang dialami Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho usai final Piala Eropa 2021. Peristiwa tersebut berujung dua pelaku dipenjara dan satu lainnya menerima hukuman percobaan.
Kepergian Koeman menutup perjalanan pahit Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, sekaligus meninggalkan pekerjaan rumah besar untuk federasi dalam membangun ulang tim dan melindungi pemain dari rasisme.***
sumber: iNews.id
| Penulis |
: |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Olahraga |