Nasional / Kamis, 25 Juni 2026 12:15 WIB

Teka-Teki Sayembara Rp250 Juta KDM: Dadang akan Serahkan Hadiah untuk Pengobatan Korban

BAGYNEWS.COM -;Polemik mengenai siapa yang paling berhak menerima uang sayembara senilai Rp250 juta dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hingga kini belum menemui kejelasan. Di tengah simpang siur tersebut, Dadang Ahyar Ismail sosok kunci di balik menyerahnya buron kasus penyekapan sadis, Taufik Hidayat mengaku siap mendonasikan seluruh hadiah itu untuk pengobatan korban jika nantinya diserahkan kepadanya.

​Sebelumnya, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menjanjikan hadiah ratusan juta rupiah bagi warga yang berhasil menemukan keberadaan Taufik Hidayat. 

Namun setelah Taufik diamankan pada Selasa 23 Juni 2026, Dedi menyatakan bahwa mekanisme pemberian hadiah masih harus dibahas bersama pihak kepolisian.

​"Ya, sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. Sekarang polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan," ujar Dedi, Rabu 24 Juni 2026. 

Menurut Dedi, pemberian hadiah kepada aparat penegak hukum perlu dikaji lebih mendalam agar tidak melanggar persoalan etika maupun regulasi yang berlaku.

​Alasan Dadang Berikan Hadiah ke Korban

​Belakangan terungkap bahwa Taufik tidak ditangkap melalui operasi pengejaran paksa, melainkan menyerahkan diri atas bujukan Dadang, mantan atasannya. 

Proses penyerahan diri itu berlangsung di kediaman Dadang di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

​Jika tim sayembara nantinya memutuskan dirinya sebagai penerima hadiah, Dadang menegaskan tidak akan mengambil sepeser pun uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

​"Kalau diberikan oleh Pak Dedi, uangnya akan saya berikan langsung kepada korban. Dana tersebut jauh lebih bermanfaat apabila digunakan untuk membantu biaya pengobatan korban penyekapan yang mengalami luka berat akibat tindakan pelaku," tegas Dadang.

​Cerita di Balik Telepon Minta Perlindungan

​Dadang turut membeberkan kronologi di balik keputusan Taufik untuk menyerah. Beberapa hari sebelum menyerahkan diri, Taufik sempat menghubunginya via telepon dalam kondisi panik luar biasa setelah identitas dan fotonya viral secara nasional.

​"Dia bilang, dia viral se-Indonesia. Terus harus bagaimana? Dia minta bantuan perlindungan ke saya," kenang Dadang.

​Alih-alih menyembunyikan pelaku, Dadang justru memberikan nasihat realistis mengenai konsekuensi fatal jika Taufik terus-terusan melarikan diri.

​"Saya bilang ke TH (Taufik Hidayat), pertama, kamu mau terus lari sampai kapan? Pasti capek. Kedua, karena sudah ramai, kamu bisa ditangkap warga dan dihakimi sampai mati. Ketiga, kalau ditangkap polisi di lapangan, bisa-bisa ditembak seperti di TV. Lebih baik menyerahkan diri," ujarnya.

​Muncul Tiba-Tiba

​Setelah diskusi panjang tersebut, Taufik akhirnya luluh. Tanpa pemberitahuan lanjutan, Taufik tiba-tiba muncul di rumah Dadang pada Selasa pagi, tepat saat Dadang hendak berangkat kerja.

​Meski sempat terkejut karena belum sempat berkoordinasi dengan aparat, Dadang langsung mengunci komitmen Taufik agar tidak kembali melarikan diri. "Akhirnya saya bilang, 'kamu terserah mau ke mana, tapi yang jelas hari ini kamu harus menyerahkan diri'."

​Pada sore harinya, setelah Dadang melakukan koordinasi matang dengan pihak berwajib, sejumlah personel kepolisian datang ke lokasi. 

Taufik kemudian digelandang ke Mapolda Jawa Barat dengan didampingi langsung oleh Dadang.

​Kini, seiring dengan berakhirnya pelarian sang buron, publik tinggal menunggu keputusan akhir dari Dedi Mulyadi terkait realisasi uang sayembara tersebut.***

sumber: Wartakota

Penulis :
Editor : Bastian
Kategori : Nasional

Nasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex