Pendidikan / Senin, 15 Juni 2026 08:32 WIB

Targetkan 420 Siswa Miskin Masuk Program Sekolah Rakyat di Riau Tahun Ini

BAGYNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memasang target ambisius dalam perluasan akses pendidikan gratis. Sebanyak 420 siswa dari keluarga prasejahtera ditargetkan dapat menempuh pendidikan melalui program jaminan sosial "Sekolah Rakyat" pada tahun ajaran baru ini. 

​Target penambahan kuota penerima manfaat tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi.

​"Tahun ini, kami menargetkan minimal 420 siswa di seluruh wilayah Riau dapat terakomodasi dan bersekolah secara gratis di Sekolah Rakyat," ujar Sekda Syahrial Abdi di Pekanbaru.

​Lonjakan kuota penerima manfaat pada tahun ini terhitung meningkat hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang baru menyentuh angka 150 siswa.

​Akselerasi daya tampung ini berhasil direalisasikan seiring dengan selesainya pembangunan fisik gedung sekolah baru di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Saat ini kemajuan pembangunan gedung sekolah di Kuansing telah mencapai angka 85 persen. Fasilitas ini ditargetkan rampung total dan siap dipergunakan pada awal tahun ajaran baru, yakni pada Agustus mendatang.

​Guna memastikan program ini berjalan merata, Pemprov Riau telah meminta komitmen dan kesiapan dari seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan fasilitas Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing. 

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 6 sekolah daerah yang menyatakan kesiapan operasionalnya.

​Untuk wilayah ibu kota, koordinasi intensif telah menetapkan titik lokasi strategis. Lokasi sekolah dipastikan berada di kawasan Kecamatan Tenayan Raya. Saat ini progresnya sedang memasuki tahap pematangan lahan karena kontur tanah yang harus dibuat datar secara teknis.

Pemerintah Provinsi juga menyiapkan lahan mandiri berskala besar di kawasan Pasir Putih, tepatnya di Jalan Lintas Timur Kilometer 19.

​"Kami sudah mempersiapkan lahan seluas 10 hektare di Pasir Putih untuk aset Provinsi. Saat ini tim di lapangan sedang menggesa persiapan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) beserta pematangan lahannya," jelas Syahrial.

​Syahrial berharap, lewat kehadiran klaster fasilitas pendidikan khusus ini, ketimpangan kualitas dan mutu pendidikan di daerah dapat dipangkas secara bertahap.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menjadi ekosistem belajar yang ramah, aman, dan kondusif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

​Pembangunan jaringan Sekolah Rakyat ini ditegaskan sebagai instrumen kehadiran negara dalam pemenuhan hak dasar anak, sekaligus komitmen Pemprov Riau untuk mendukung perkembangan generasi muda yang berada di wilayah pelosok dan pinggiran rukun warga.***

Penulis :
Editor : Bastian
Kategori : Pendidikan

Pendidikan

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex