Ekbis / Rabu, 03 Juni 2026 15:21 WIB

Buka Jalur Ekspor ke Malaysia, Pemkab Meranti Jajaki Kerja Sama Dagang dengan Investor Johor Bahru ​

BAGYNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus menggesa langkah strategis untuk memperluas penetrasi pasar komoditas unggulan daerah ke kancah internasional. 

Langkah ini diwujudkan melalui penjajakan kerja sama perdagangan ekspor-impor bilateral dengan sejumlah investor dari Johor Bahru, Malaysia, yang difasilitasi langsung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru.

​Akselerasi kerja sama ekonomi serumpun ini dimulai melalui pertemuan daring (Zoom Meeting) yang berpusat di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu 3 Juni 2026.

Agenda ini didedikasikan untuk memetakan potensi niaga dan menyelaraskan kebutuhan komoditas di kedua belah pihak.
​Pertemuan tersebut dihadiri oleh Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Siti Fauziah, pimpinan perusahaan ekspor-impor Gresik Jaya Kamarudin, serta Pengelola Koperasi Universitas Pahang H. Syahrul Naim. Sementara dari pihak Pemkab Kepulauan Meranti, hadir mendampingi jajaran Asisten II Setda Irmansyah, M.Si., Staf Ahli Bupati, perwakilan BUMD Meranti, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

​Diskusi dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin. Dalam pemaparannya, Muzamil optimistis kolaborasi dagang ini memiliki prospek cerah jangka panjang karena ditopang oleh kedekatan geografis serta ikatan historis dan kultural yang kuat.

​"Kedua daerah berada dalam satu kawasan serumpun Melayu, memiliki kesamaan adat istiadat, dan secara tradisional telah lama menjalin hubungan kelautan. Selat Malaka menjadi urat nadi utama yang menghubungkan potensi ekonomi Meranti dan Johor Bahru," ujar Muzamil.

​Di hadapan perwakilan diplomasi dan investor Malaysia, Wakil Bupati membedah peta kekuatan komoditas sektor perkebunan, perikanan, hingga pariwisata yang siap diorientasikan ke pasar ekspor:

Komoditas unggulan seperti Sagu dengan luas lahan 62.000 ha serta 260.000 ton Komoditas prima, siap menyuplai kebutuhan bahan pangan skala besar. Kemudian, kelapa 33.000 ha dengan 30.000 ton. Karet dengan 21.000 ha dan produksi 13.000 ton.
Kopi Liberika dengan produksi 2.000 ton

​Tidak hanya menawarkan komoditas keluar, Pemkab Meranti juga membuka peluang perdagangan dua arah (two-way trade) untuk memenuhi kebutuhan domestik masyarakat pulau terhadap sejumlah produk impor asal Malaysia, seperti sembako, gula, buah-buahan, serta produk makanan dan minuman kemasan.

​Muzamil menjelaskan, pasokan barang pokok dari Malaysia secara logistik jauh lebih efisien dibandingkan harus mendatangkan barang dari Pulau Jawa atau daratan Sumatra.

"Jika dipasok dari Sumatra daratan atau Jawa, kualitas produk segar tentu akan menurun karena waktu tempuh pengiriman yang lama. Biaya distribusinya pun otomatis membengkak. Kedekatan jarak dengan Malaysia membuat produk yang diterima masyarakat tetap segar dengan harga yang jauh lebih kompetitif," urai Muzamil.

​Lebih jauh, posisi Kepulauan Meranti diproyeksikan strategis untuk dikembangkan sebagai hub transshipment domestik-regional, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) logistik maritim, serta pusat agroindustri terintegrasi yang terhubung langsung dengan jalur perdagangan global ASEAN, India, dan Tiongkok.

​Pimpinan Gresik Jaya, Kamarudin, menyambut antusias tawaran investasi ini. Menurutnya, Pemerintah Malaysia saat ini menetapkan 39 jenis komoditas yang diperbolehkan masuk jalur impor, dan mayoritas komoditas Meranti berada dalam daftar tersebut. 

Ia mengakui, selama ini pabriknya banyak mengambil pasokan kelapa dari Jambi dan Tembilahan, namun produk Meranti dinilai lebih unggul dari segi efisiensi biaya kirim dan kualitas fisik.

​Senada dengan itu, Pengelola Koperasi Universitas Pahang, H. Syahrul Naim, menyebutkan bahwa komoditas Kopi Liberika dan Kelapa sangat dibutuhkan di Malaysia sebagai bahan baku industri manufaktur dan produksi santan kemasan.

​Menanggapi tingginya permintaan, Wakil Bupati Muzamil menjamin ketersediaan pasokan. Jika kapasitas produksi lokal Meranti sewaktu-waktu mengalami lonjakan permintaan, pemerintah daerah siap berkolaborasi mendatangkan pasokan tambahan dari daerah penyangga di Riau demi menjaga stabilitas kontrak bisnis.

​Sebagai rencana tindak lanjut nyata (action plan), pihak KJRI Johor Bahru bersama delegasi investor dijadwalkan segera melakukan kunjungan lapangan (field trip) ke Kepulauan Meranti guna memvalidasi data fisik, meninjau kesiapan infrastruktur pelabuhan, dan menandatangani nota kesepahaman dagang formal.

Pemkab Meranti optimistis langkah ini akan mendongkrak kesejahteraan petani, menekan inflasi harga bahan pokok, serta menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor bea ekspor-impor.***

Penulis : mdc
Editor : bastian
Kategori : Ekbis

Ekbis

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex