Kebakaran Hanguskan 2 Unit Rumah Warga di Tembilahan
BAGYNEWS.COM - Di tengah situasi lumpuhnya aktivitas warga akibat pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Riau, musibah kebakaran hebat melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu 23 Mei 2026.
Peristiwa ini menjadi kasus kebakaran kedua yang tercatat di Inhil dalam kurun waktu kurang dari 12 jam terakhir semenjak pemadaman listrik total terjadi.
Amukan si jago merah kali ini menghanguskan dua unit rumah warga dan merusak satu unit rumah lainnya di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Gerilya Parit 8 RT 02 RW 15, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi, membenarkan musibah fajar tersebut.
Berdasarkan laporan pusdalops, api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 06.24 WIB.
Titik Awal Api: Api pertama kali terlihat membubung tinggi dari dalam rumah milik seorang pekebun bernama M. Arif (50).
Saksi mata di lokasi, Syahwani (50), langsung berteriak meminta tolong dan berupaya menyiram air dengan peralatan seadanya sembari menghubungi nomor darurat posko Damkar Inhil.
Mendapat laporan, armada DPKP Inhil langsung meluncur ke TKP dibantu oleh jajaran Satredkar PSMTI, BPBD, personel TNI/Polri, serta warga sekitar.
“Tim gabungan langsung melakukan lokalisir area. Api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 07.15 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan (cooling) untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di reruntuhan bangunan,” jelas Junaidi.
Akibat konstruksi bangunan yang sebagian besar semi-permanen, api dengan cepat melumat habis bagian tengah hingga dapur rumah. Berikut data pemilik rumah yang terdampak:
M. Arif (50), pekerjaan berkebun (Rumah habis terbakar). Maya (38), pekerjaan pedagang sayur (Rumah habis terbakar). Jusmiati (36), profesi bidan (Rumah mengalami kerusakan imbas jilatan api).
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam tragedi ini, seorang warga bernama Herlina (42) dilaporkan mengalami luka bakar di kaki akibat tidak sengaja menginjak bara api yang menyala saat bergegas menyelamatkan barang berharga.
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama tim teknis masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti munculnya api. Total kerugian materiil juga masih dalam proses kalkulasi pihak kelurahan.
Mengingat tingginya frekuensi kebakaran di tengah padamnya jaringan listrik PLN saat ini, Junaidi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat Inhil untuk melipatgandakan kewaspadaan di rumah masing-masing.
“Kami mengimbau keras kepada warga agar jauh lebih berhati-hati saat kondisi blackout seperti ini. Pastikan penggunaan lilin, lampu teplok, atau sumber api alternatif lainnya diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari benda yang mudah terbakar. Jangan ditinggal tidur dalam keadaan menyala,” pungkas Kadis Damkar. ***
| Penulis |
: |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Indragiri Hilir |