Peristiwa / Kamis, 16 April 2026 16:44 WIB

Klarifikasi Dugaan Penculikan, Anak Ternyata Dijemput Ibu Kandung, Aksi Pengejaran 104 KM Berakhir Damai

BAGYNEWS.COM - Teka-teki dugaan penculikan anak yang memicu aksi pengejaran dramatis di Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) akhirnya terungkap. Pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut bukanlah aksi kriminal murni, melainkan buntut dari konflik hak asuh antara mantan pasangan suami istri.

​Kasus ini bermula dari laporan seorang pria berinisial JT, yang juga merupakan anggota kepolisian, ke Polresta Pekanbaru pada Rabu 15 April 2026.

​Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menjelaskan, insiden terjadi di Rumah Sakit Zainab, Jalan Ronggowarsito. Saat itu, JT bersama istrinya sedang membawa korban untuk berobat.


​Ketika JT berada di area parkir, korban yang sedang di ruang tunggu bersama neneknya tiba-tiba dibawa lari oleh sekelompok orang.

​"Istri pelapor melihat beberapa orang melarikan korban menggunakan mobil. Pelapor sempat mengenali dua orang di dalam kendaraan tersebut, yakni HP dan RN," ujar AKP Anggi, Kamis 16 April 2026.

​Merespons laporan darurat tersebut, Satuan PJR Ditlantas Polda Riau langsung melakukan pengejaran maraton. Tim yang dipimpin Ipda Gunawan membuntuti mobil terduga pelaku sejauh 104 kilometer, mulai dari pukul 21.00 WIB hingga berhasil menghentikan kendaraan di Gerbang Tol Bathin Solapan pada pukul 23.30 WIB.

​Namun, dalam penggeledahan di lokasi, petugas tidak menemukan keberadaan anak tersebut di dalam mobil.

​Hasil penyelidikan adalah konflik keluarga setelah dilakukan pendalaman dan interogasi terhadap para pihak, Polresta Pekanbaru menemukan fakta bahwa anak tersebut sebenarnya telah diamankan oleh ibu kandungnya sendiri.

​"Hasil penyelidikan mengungkap bahwa anak itu diambil oleh ibu kandungnya dari mantan suaminya (pelapor). Hingga saat ini, kami belum menemukan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut," tegas AKP Anggi.

​Meski akhirnya diketahui sebagai masalah keluarga, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada jajarannya yang merespons laporan masyarakat dengan sigap.

​"Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan cepat, terutama dalam situasi yang awalnya dilaporkan sebagai keadaan darurat," pungkasnya.

​Saat ini, kasus tersebut diarahkan untuk diselesaikan melalui jalur mediasi antar kedua belah pihak guna memastikan kepentingan terbaik bagi sang anak. (bgn/rac)

Peristiwa

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex