FIFA Pasang Badan, Presiden Gianni Infantino Pastikan Timnas Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia
BAGYNEWS.COM - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan posisi federasi sepak bola dunia terkait kepesertaan Timnas Iran pada putaran final Piala Dunia 2026. Meski tensi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu, FIFA menjamin hak partisipasi Iran tidak akan dicabut.
Dalam keterangannya, Infantino menekankan bahwa kehadiran Iran di turnamen sepak bola terbesar sejagat itu adalah mutlak berdasarkan prestasi olahraga yang telah mereka raih di lapangan.
Infantino berharap perhelatan akbar ini justru menjadi momentum bagi terciptanya suasana yang lebih kondusif di kancah global.
Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan perbedaan di tengah krisis.
“Iran pasti akan datang. Kami berharap saat turnamen dimulai, situasi sudah jauh lebih damai. Sepak bola harus mampu membangun dan menjaga jembatan komunikasi antarnegara tetap utuh, dan kami (FIFA) berkomitmen untuk itu,” ujar Infantino kepada CNBC, Kamis 16 April 2026.
Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan publik mengenai status Iran, mengingat salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 adalah Amerika Serikat. Infantino menegaskan bahwa para pemain Iran telah berjuang keras mengamankan tiket putaran final dan layak mendapatkan panggung mereka.
“Olahraga harus berada di luar urusan politik. Iran mewakili rakyatnya, mereka telah lolos secara sportif, dan para pemain memiliki ambisi besar untuk berkompetisi. Mereka berhak berada di sana,” tegasnya lagi.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini dijadwalkan mulai bergulir pada 11 Juni 2026. Berdasarkan hasil pengundian dan jadwal yang ada, Iran tetap akan melakoni pertandingan mereka di wilayah Amerika Serikat sesuai rencana awal.
FIFA memastikan akan memberikan jaminan keamanan dan perlakuan adil bagi seluruh kontestan, terlepas dari dinamika diplomatik yang terjadi di luar lapangan hijau. Dengan ketegasan ini, posisi Iran tetap aman sebagai salah satu dari 48 negara yang akan bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia tersebut. ()
sumber: iNews.id