DPRD Kuansing Soroti Pelayanan RSUD Teluk Kuantan, Apresiasi Fasilitas, Kritisi Keramahan Petugas
BAGYNEWS.COM - Komisi III DPRD Kuantan Singingi (Kuansing) memberikan catatan krusial terhadap performa RSUD Teluk Kuantan dalam rapat hearing Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Senin 6 April 2026.
Meski sarana fisik mengalami lonjakan signifikan, aspek pelayanan dan keramahan petugas masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Ketua Komisi III, Maulana Imam Saleh, mengakui adanya tren positif dalam kinerja manajerial, namun ia menegaskan bahwa kepuasan pasien adalah indikator keberhasilan yang mutlak.
Anggota Komisi III, Berta Uli Sinurat, mengungkapkan bahwa pihaknya masih sering menerima laporan miring terkait perilaku tenaga kesehatan di lapangan. Ia mendesak manajemen untuk melakukan penyegaran organisasi secara berkala.
“Pelayanan sudah membaik, tapi kami minta manajemen rutin melakukan rotasi internal. Masih ada keluhan warga soal layanan yang lamban dan petugas yang kurang ramah. Jangan sampai fasilitas bagus dirusak oleh oknum yang tidak profesional,” tegas Berta.
Senada dengan hal tersebut, Nurjamil menambahkan bahwa pembenahan aspek non-teknis harus berjalan beriringan dengan peningkatan fasilitas medis yang kini mulai terlihat modern.
Merespons kritik dewan, Direktur RSUD Teluk Kuantan, Benny Antoni, memaparkan langkah radikal yang telah diambil sepanjang tahun 2025. Sebagai bentuk komitmen terhadap disiplin, pihak RSUD telah merumahkan sedikitnya 12 tenaga kesehatan.
“Tindakan tegas ini diambil akibat masalah indisipliner dan adanya keluhan valid terkait pelayanan. Kami tidak main-main dalam menjaga standar kualitas layanan sesuai arahan Bupati Suhardiman Amby,” ujar Benny.
Guna menekan angka rujukan pasien yang mencapai lebih dari 1.000 orang per tahun, RSUD Teluk Kuantan melakukan lompatan besar dalam penyediaan fasilitas rawat inap. Kapasitas lama sekitar 90 tempat tidur. Kapasitas baru dengan 180 tempat tidur (terdapat tambahan 70 unit baru).
Benny menambahkan, peningkatan peralatan medis dan fasilitas penunjang lainnya terus dipacu sesuai instruksi Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah. Fokus utama tahun ini adalah memastikan seluruh alkes berfungsi optimal guna mendukung kerja tenaga medis yang kini berada di bawah pengawasan ketat manajemen. (bgn/rls)