Siapkan 14 Ribu Loker di Kawasan Industri Tenayan, Pemko Pekanbaru Desak Pendirian Vokasi Negeri
BAGYNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan pentingnya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk menyambut operasional Kawasan Industri Tenayan (KIT).
Kawasan strategis ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 14.000 tenaga kerja, yang diharapkan dapat didominasi oleh putra daerah.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menyatakan, tanpa persiapan matang melalui jalur pendidikan formal, peluang kerja besar ini berisiko diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.
Dalam keterangannya pada Minggu 5 April 2026, Masykur memaparkan perjalanan panjang Pemko Pekanbaru dalam mengupayakan hadirnya lembaga pendidikan vokasi yang hingga kini masih menemui jalan buntu akibat berbagai kendala, yakni; pembentukan Yayasan Tengku Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah terhambat aturan yang melarang pemerintah daerah mendirikan yayasan untuk perguruan tinggi.
Usulan pendidikan vokasi khusus hilirisasi kelapa sawit sempat disetujui pusat, namun akhirnya dialihkan ke provinsi lain karena dinamika kebijakan.
Rencana pembangunan perguruan tinggi vokasi negeri terhambat kebijakan penghentian sementara (moratorium) pendirian PTN baru oleh pemerintah pusat.
Sebagai langkah solutif, pemerintah pusat menyarankan Pemko Pekanbaru untuk menggandeng politeknik yang sudah mapan melalui skema pendidikan studi luar kampus utama (PSDKU).
"Kami sempat menindaklanjuti kerja sama dengan Politeknik Batam. Namun, pelaksanaannya sempat terhenti akibat dinamika transisi kepemimpinan di internal Pemko Pekanbaru," jelas Masykur.
Pemko Pekanbaru kini kembali mendorong agar pembangunan institusi vokasi negeri ini mendapatkan dukungan penuh, termasuk dari para perwakilan daerah di tingkat pusat. Kehadiran kampus vokasi dinilai sebagai investasi vital untuk menjawab kebutuhan industri dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.
“Harapan kami besar agar masyarakat Pekanbaru memiliki akses terhadap perguruan tinggi vokasi negeri. Ini adalah kunci agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam kemajuan industri di daerahnya sendiri,” pungkasnya. (bgn/rac)