Otomotif / Sabtu, 28 Maret 2026 18:36 WIB

Mobil Listrik Mewah BeyonCa Bangkrut, Ratusan Karyawan Menjerit Tak Digaji

BAGYNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari industri otomotif global. Merek mobil listrik mewah BeyonCa, yang didirikan mantan petinggi Volkswagen Group, dilaporkan bangkrut di China dan meninggalkan ratusan karyawan dalam kondisi memprihatinkan tanpa menerima gaji.

Perusahaan yang digagas mantan wakil presiden Volkswagen, Soh Weiming ini sebelumnya digadang-gadang menjadi pemain besar di segmen mobil listrik premium. Ironisnya, BeyonCa bahkan sempat menyabet penghargaan sebagai “Perusahaan Paling Berharga untuk Investasi Tahun Ini” pada 2022.

BeyonCa berdiri pada 2021 dengan dukungan sejumlah nama besar industri otomotif. Selain Soh Weiming, perusahaan ini juga melibatkan Christian Klinger sebagai mantan anggota dewan VW AG. Tim teknisnya diperkuat oleh Hans-Joachim Rothenpieler di bidang riset dan pengembangan, serta Lucas Colombo sebagai kepala desainer.

Sejak peluncuran resminya pada Oktober 2022, BeyonCa menunjukkan ambisi besar. Mereka menargetkan penjualan hingga 100.000 unit dalam 3-5 tahun, serta memperluas pasar ke Timur Tengah melalui kerja sama dengan Al Faisaliah Group Holding Company. Bahkan, perusahaan juga sempat menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah kota di Provinsi Zhejiang.

Tak hanya itu, BeyonCa juga menggandeng investor besar seperti Renault dan Dongfeng Motor Corporation. Dengan dukungan tersebut, perusahaan terlihat memiliki fondasi kuat untuk berkembang di industri kendaraan listrik yang kompetitif.

Namun, perjalanan BeyonCa justru berakhir tragis. Pada 27 Maret, laporan media China Mydrivers mengungkap bahwa perusahaan telah menghentikan seluruh operasinya. Informasi ini diperkuat oleh surat bersama dari mantan dan karyawan aktif yang menyatakan bahwa BeyonCa bangkrut tanpa kejelasan.

Dilansir dari Car News China, dalam surat tersebut, para karyawan mengaku tidak menerima gaji, iuran jaminan sosial, hingga dana pensiun perumahan. Mereka juga menyebut manajemen perusahaan tidak dapat dihubungi dan tidak memberikan solusi apa pun atas kondisi tersebut.

“Kami tidak menerima pemberitahuan resmi maupun solusi dari perusahaan,” tulis perwakilan karyawan dalam surat tersebut.

Karyawan yang terdampak kini menuntut pembayaran penuh seluruh hak mereka, termasuk gaji tertunggak dan kompensasi. Mereka juga mendesak adanya pernyataan resmi dari manajemen dan pemegang saham, serta siap membawa kasus ini ke jalur hukum.

Padahal, BeyonCa sebelumnya berencana memproduksi mobil pertamanya, coupe listrik GT Opus 1, pada 2024. Mobil ini memiliki panjang 5,2 meter dengan baterai 130 kWh dan harga mulai dari 1 juta yuan atau sekitar 140 ribu dolar AS.

Kegagalan BeyonCa pun memunculkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin perusahaan dengan jajaran elit dari Volkswagen serta dukungan investor global justru kolaps sebelum sempat memproduksi satu unit mobil pun.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa industri kendaraan listrik, meski menjanjikan, tetap menyimpan risiko besar bahkan bagi pemain yang memiliki latar belakang kuat sekalipun. ()

sumber: iNews id

Otomotif

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex