Jembatan Putus Akibat Luapan Sungai Mentawai, Bupati Anton Gerak Cepat Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan
BAGYNEWS.COM - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Cipang Kiri Hulu sejak Kamis malam memicu meluapnya Sungai Mentawai dan merendam pemukiman warga pada Jumat dini hari 27 Maret 2026.
Musibah yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB ini mengakibatkan akses utama warga lumpuh total setelah pangkal Jembatan Simpang Tigo di Dusun Tongah terputus diterjang arus.
Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, langsung turun ke lokasi bencana pada Jumat siang. Kehadiran orang nomor satu di Negeri Seribu Suluk ini bertujuan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Di sela peninjauan jembatan yang rusak parah, Bupati Anton menegaskan bahwa pemulihan akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terhenti lama.
"Kami segera mengambil langkah teknis melalui dinas terkait untuk memperbaiki jembatan ini. Keselamatan warga dan pemulihan aksesibilitas adalah prioritas utama kami saat ini," tegas Bupati Anton di hadapan warga terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh tim lengkap, di antaranya: Kalaksa BPBD Rohul, H. Zulhendri, Camat Rokan IV Koto, Alparid Toha, SP, Kabag Prokopim Setda Rohul, H. Rio Pratama, SSTP, M.Si, Kabid Kedaruratan & Logistik BPBD, Boy Arta, dan Kades Cipang Kiri Hulu, Maspuri
Selain meninjau infrastruktur, Bupati Anton juga menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada keluarga yang rumahnya terendam banjir. Aksi kemanusiaan ini disambut haru oleh masyarakat setempat yang merasa diperhatikan di tengah masa sulit.
"Kehadiran Pak Bupati memberikan semangat baru bagi kami. Kami sangat bersyukur pemerintah daerah langsung turun tangan melihat kondisi kami yang terisolasi akibat jembatan putus," ungkap salah seorang warga Dusun Tongah.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui BPBD dipastikan akan terus bersiaga dan memantau perkembangan debit air sungai, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah hulu sungai. ()