SOSMED / Senin, 16 Februari 2026 13:13 WIB

Video Teh Pucuk Ada 2 Versi? Netizen Cari-cari Link 17 Menit dan 1 Menit 50 Detik yang Viral

BAGYNEWS.COM -;Ruang digital kembali gaduh oleh kemunculan dua judul tautan yang memancing rasa penasaran publik: “Teh Pucuk 17 menit” dan “Teh Pucuk 1 menit 50 detik”.

Dalam waktu singkat, keduanya menyebar luas di media sosial dan grup percakapan, memicu spekulasi seolah ada dua versi video berbeda yang sengaja disembunyikan.

Padahal, penelusuran fakta menunjukkan fenomena ini lebih dekat dengan pola clickbait lama yang kembali dihidupkan dengan kemasan baru.

Dari Potongan Singkat ke Klaim Versi Panjang

Seluruh kegaduhan bermula dari potongan video pendek berdurasi kurang dari dua menit.

Cuplikan tersebut menampilkan sebuah botol minuman, yang kemudian diberi judul sensasional dan dikaitkan dengan berbagai narasi liar.

Dari titik inilah muncul klaim lanjutan tentang adanya versi panjang berdurasi 17 menit.

Narasi tersebut berkembang tanpa dasar verifikasi, bahkan menyeret isu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga menyebut nama mahasiswa Universitas Mataram.

Faktanya, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut.

Klarifikasi Tegas: Bukan Mahasiswi Universitas Mataram

Ketika rumor kian meluas, pihak Universitas Mataram bergerak cepat melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

"Perempuan dalam video tersebut bukan mahasiswi Universitas Mataram," tegas pernyataan dari Satgas PPKS.

Mereka juga menegaskan bahwa video tersebut bukan direkam di wilayah NTB dan telah beredar sejak awal tahun 2025.

Klarifikasi ini diperkuat dengan perbedaan mencolok dari sisi fisik maupun suara antara sosok dalam video dan mahasiswi yang sempat dituding.

Langkah ini diambil untuk menghentikan spekulasi yang berpotensi merugikan pihak-pihak tak bersalah.

Tren Aneh di TikTok: Ikut Ramai Tanpa Fakta

Di sisi lain, platform TikTok ikut dipenuhi konten bertema “video Teh Pucuk viral”.

Namun alih-alih membahas fakta, sebagian besar unggahan hanya menampilkan foto produk minuman tanpa konteks jelas.

“Oh ini yang lagi viral, banyak seliweran di beranda. Sampai banyak orang posting,” ucap akun tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak pengguna sekadar ikut meramaikan tren demi engagement, bukan menyampaikan informasi yang terverifikasi.

Tingginya jumlah penonton pada konten semacam ini justru memperlihatkan betapa kuatnya rasa penasaran publik, meski substansinya kosong.

Link 1 Menit 50 Detik: Pola Lama Kejahatan Siber

Selain klaim video 17 menit, tautan lain berdurasi 1 menit 50 detik juga beredar masif sejak Jumat, 13 Februari 2026.

Judul provokatifnya membuat banyak pengguna tergoda untuk mengklik tanpa memeriksa sumber.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke pemutar video resmi, melainkan ke situs pihak ketiga yang meminta login ulang atau mengunduh file tertentu.

Pola ini identik dengan praktik phishing dan penyebaran malware ringan.

Risikonya bukan hanya kebocoran data pribadi, tetapi juga potensi peretasan akun hingga kerugian finansial.

Meski ramai disebut memiliki dua versi—17 menit dan 1 menit 50 detik—video Teh Pucuk viral sejatinya tidak pernah terkonfirmasi keberadaannya.

Istilah “Teh Pucuk” hanya dijadikan umpan agar judul mudah menarik perhatian dan cepat menyebar.

Fenomena ini kembali menegaskan pentingnya literasi digital. Di tengah arus konten viral, sikap kritis dan kebiasaan memverifikasi informasi menjadi benteng utama agar tidak terjebak hoaks maupun kejahatan siber. ()

sumber: gelora.co

SOSMED

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex