Ini Fakta Terbaru Terkait Gajah Mati di Areal Konsesi PT RAPP
BAGYNEWS.COM - Polda Riau terus bergerak menyelidiki kasus pembunuhan gajah dengan memeriksa 26 saksi dari karyawan perusahaan hingga warga setempat, serta menindaklanjuti barang bukti proyektil senjata api yang diduga rakitan.
Kasus pembunuhan gajah di kawasan Konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau itu masih menjadi misteri bagi penyidik Polda Riau. Hewan berusia 40 tahun itu tewas dengan kondisi mengenaskan diduga diburu oleh tangan-tangan kriminal demi gadingnya.
Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan, penyidik sudah memeriksa 26 orang saksi.
Sebagian besar merupakan karyawan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Arara Abadi, termasuk petugas sekuriti dan kontraktor yang ada di lokasi saat kejadian.
“Dari 26 orang, perincianya, 15 petugas sekuriti RAPP, tiga karyawan RAPP, enam karyawan Arara Abadi, satu kontraktor, dan satu warga sekitar. Semua diperiksa mendalam untuk mengungkap jalur pemburu gajah ini,” jelas Pandra, Selasa 10 Februari 2026 pagi.
Bangkai gajah jantan itu ditemukan pada Senin 2 Februari 2026 dalam kondisi mengenaskan: kepala putus, gading hilang, dahi, mata, dan belalai juga raib. Polisi menduga hewan malang itu jadi korban tembakan terencana para pemburu liar.
Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus bersama BBKSDA Riau langsung turun ke lokasi untuk olah TKP. “Kita periksa saksi, lakukan nekropsi, dan cek barang bukti di laboratorium forensik. Target kami, segera tangkap pelaku dan ungkap kasus ini,” kata Direksrimsus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro.
Ade menegaskan, hasil olah TKP dan forensik menunjukkan gajah tewas akibat cedera otak akibat tembakan di bagian dahi.
Kabid Labfor Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan menemukan dua potongan proyektil rakitan dengan diameter 12,3 milimeter dan 26,94 milimeter. Senjata yang digunakan dipastikan rakitan, sehingga menyulitkan penyidik melacak asalnya. ()
sumber: beritasatu.com