Perkuat Likuiditas Daerah, BRK Syariah Dukung Inisiatif Penempatan Dana Investor di Bank Lokal
BAGYNEWS.COM - PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah menyambut optimis inisiatif Pemerintah Provinsi Riau yang mendorong para investor untuk menempatkan dana operasional mereka di perbankan daerah.
Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat struktur likuiditas dan memacu penyaluran pembiayaan produktif yang berputar langsung di wilayah Riau.
Dukungan tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, usai memaparkan laporan kinerja perbankan tahun 2025 kepada Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, di ruang rapat Wakil Gubernur Riau, Rabu 4 Februari 2026
Fajar Restu menegaskan, kebijakan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemegang saham terhadap pertumbuhan bank daerah yang berkelanjutan. Dengan menarik dana investor yang selama ini berada di luar daerah, BRK Syariah akan memiliki basis pendanaan yang lebih kokoh.
"Kami sangat mendukung inisiatif ini. Ini adalah langkah konkret pemegang saham untuk memperkuat likuiditas BRK Syariah, sekaligus memastikan bahwa aktivitas ekonomi dari investasi di Riau memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah," ujar Fajar Restu.
Meskipun kebijakan ini bersifat imbauan dan tidak tertuang dalam regulasi yang mengikat secara kaku, penerapannya dapat dilakukan melalui instrumen administratif. Investor atau pelaku usaha yang mengurus perizinan baru disarankan untuk memiliki rekening giro di BRK Syariah sebagai kanal transaksi utama mereka di daerah.
"Kepemilikan rekening giro akan secara otomatis menyerap Dana Pihak Ketiga (DPK). Kami tidak mewajibkan penempatan persentase tertentu dari nilai investasi, namun kami mengajak investor menjadikan BRK Syariah sebagai mitra perputaran dana usaha mereka," tambahnya.
Secara teknis, masuknya dana dari sektor investasi akan memberikan peluang bagi BRK Syariah untuk memperoleh cost of fund (biaya dana) yang lebih kompetitif. Dana tersebut nantinya akan dialokasikan kembali dalam bentuk pembiayaan murah bagi sektor produktif, terutama pelaku UMKM di Riau.
"Dengan struktur pendanaan yang lebih murah, kami bisa menawarkan pembiayaan yang lebih kompetitif kepada masyarakat. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan profitabilitas bank, memberikan dividen yang lebih besar bagi daerah, dan memperkuat peran kami sebagai motor penggerak ekonomi," tutup Restu. ()