KUANTAN SINGINGI / Selasa, 03 Februari 2026 13:34 WIB

Abaikan Batas Tonase, Jembatan Darurat Sinambek Nyaris Ambruk dan Ditutup Total

BAGYNEWS.COM - Kondisi infrastruktur di wilayah Sinambek, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kian memprihatinkan. 

Jembatan darurat yang menjadi akses vital masyarakat dilaporkan nyaris ambruk akibat maraknya kendaraan bermuatan berlebih (overload) yang memaksakan melintas.

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kuansing, Hendri Wahyudi, SE, menegaskan, sejak awal jembatan tersebut tidak dirancang untuk menahan beban angkutan berat, seperti truk pengangkut sawit, pupuk, maupun material konstruksi.

Merespons ancaman kerusakan tersebut, Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, sebelumnya telah menginstruksikan Dishub untuk memasang portal pembatas. Langkah ini diambil sebagai proteksi dini di tengah keterbatasan anggaran daerah.

​"Kekhawatiran Bapak Bupati kini terbukti. Akibat kendaraan yang melebihi kapasitas, bukan hanya aspal jalan yang hancur, tetapi jembatan darurat kini nyaris ambruk dan sama sekali tidak bisa dilalui lagi," ujar Hendri Wahyudi, Selasa 3 Februari 2026

Dishub Kuansing kini mengambil langkah drastis dengan menutup ruas jalan tersebut demi menghindari jatuhnya korban jiwa. Arus lalu lintas dialihkan sepenuhnya ke jalur alternatif, sementara portal pembatas akan diperketat pengawasannya.

​Pria yang akrab disapa Gadun ini juga mengingatkan, pengemudi yang memaksakan kendaraan overload dapat dijerat sanksi hukum sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
​Pasal 307: mengatur sanksi pidana kurungan atau denda bagi pengemudi yang mengangkut muatan melebihi batas.
​Pasal 19 & 23: mengatur tentang pembatasan tonase berdasarkan kelas dan daya dukung jalan.

Hendri menyayangkan masih adanya oknum masyarakat dan perusahaan angkutan yang abai terhadap aturan kelas jalan. 

"Masih ada yang 'ngeyel' melintas meskipun sudah diperingatkan. Akibatnya, akses publik kini terputus total," cetusnya.

​Ia mengimbau seluruh perusahaan angkutan dan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga aset daerah. 

"Patuhilah batas tonase sesuai kelas jalan. Ini bukan sekadar aturan, tapi demi keselamatan bersama dan keberlangsungan infrastruktur kita," pungkas Hendri. (bgn/rls)

KUANTAN SINGINGI

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex