BAGYNEWS.COM - Program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, yang diperkirakan berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026.
Pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian agar pelaksanaan program tetap sejalan dengan kebutuhan siswa yang menjalankan ibadah puasa, tanpa mengurangi tujuan utama pemenuhan gizi.
Keberlanjutan MBG di tengah Ramadan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga asupan gizi anak didik, meskipun pola dan waktu makan mengalami perubahan.
Penyesuaian ini dirancang agar program tetap efektif, aman, dan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi siswa muslim.
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, memastikan program MBG tetap dilaksanakan selama bulan puasa. Namun, bentuk layanan serta menu yang dibagikan mengalami penyesuaian mengikuti kondisi siswa yang berpuasa.
“Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadan tetap berjalan karena siswa masuk sekolah, namun makanannya disesuaikan menjadi makanan kering yang dapat dibawa pulang,” ujar Zulkifli Hasan yang dikutip dari Antara 30 Januari 2026
Penyesuaian ini dilakukan agar makanan dari program MBG bisa dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Mengingat siswa tidak makan selama jam sekolah, menu kering dipilih karena lebih aman disimpan dan tidak cepat basi hingga sore hari.
Menu MBG selama Ramadan difokuskan pada makanan bergizi yang tahan lama, praktis dibawa, serta tetap memenuhi kebutuhan nutrisi siswa.
Beberapa contoh menu MBG Ramadan 2026 antara lain:
- Kurma, dipilih karena tinggi energi dan serat, serta identik dengan menu berbuka puasa.
- Telur rebus, sumber protein yang praktis dan mudah dikonsumsi.
- Abon, sebagai lauk kering yang tahan lama.
- Susu kemasan, untuk tambahan kalsium dan energi.
Menu tersebut menggantikan sajian siap santap seperti nasi dan lauk pauk yang biasa dibagikan pada hari sekolah normal. Penggunaan menu kering dinilai lebih aman untuk penyimpanan hingga waktu berbuka.
Pelaksanaan MBG selama Ramadan juga memperhatikan karakteristik wilayah serta kelompok penerima manfaat. Koordinasi dilakukan agar distribusi tetap tepat sasaran dan sesuai kondisi masing-masing penerima.
Wilayah dengan mayoritas siswa muslim menerima menu kering yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
Sekolah di wilayah nonmuslim tetap mendapatkan menu MBG seperti hari biasa tanpa perubahan signifikan.
Pesantren dan sekolah Islam menyesuaikan jadwal pembagian agar makanan dapat dikonsumsi tepat saat waktu berbuka puasa.
Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap menerima menu MBG seperti biasa tanpa penyesuaian khusus, mengingat kelompok ini tidak menjalankan puasa.
Pendekatan ini memastikan distribusi MBG tetap aman, relevan, dan adil bagi seluruh penerima manfaat.
Sejumlah daerah mulai mempersiapkan pelaksanaan MBG Ramadan melalui dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Di Kota Belitung, misalnya, SPPG setempat menyiapkan MBG berupa snack bergizi, seperti roti, susu, telur, dan buah-buahan. Seluruh menu dikemas dalam kantong agar mudah dibawa pulang oleh siswa.
Koordinator BGN di Belitung Enggit Clara menjelaskan pemilihan snack bergizi dilakukan karena lebih ringan, aman disimpan hingga waktu berbuka, dan tetap memenuhi kebutuhan gizi siswa yang berpuasa.
Penyesuaian menu MBG Ramadan 2026 tidak hanya bertujuan menyesuaikan waktu konsumsi makanan, tetapi juga menjaga kecukupan gizi siswa selama menjalankan ibadah puasa. Dengan menu yang tepat, siswa tetap memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari. ()
sumber: beritasatu.com
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex
