BAGYNEWS.COM - Isra Miraj atau Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam ajaran Islam.
Peristiwa ini menceritakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam, di mana beliau memperoleh pengalaman spiritual dan pengetahuan ilahiah yang membawa manfaat besar bagi dirinya, umat Islam, serta alam semesta.
Peristiwa Isra Mikraj menjadi tonggak penting dalam sejarah kenabian karena di dalamnya terdapat perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, termasuk kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.
Dalam bahasa Arab, Isra Mikraj ditulis sebagai al-Isrā’ wal-Mi‘rāj (الإسراء والمعراج). Istilah ini terdiri dari dua kata yang memiliki makna berbeda. Kata Isra’ berasal dari kata sara, yang berarti perjalanan pada malam hari.
Istilah ini merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidilharam di Makkah menuju Masjidilaqsa di Palestina. Sementara itu, kata Mi‘raj, berarti alat untuk naik atau tangga.
Bentuk jamaknya adalah ma‘ārij, yang bermakna tempat-tempat naik. Mi‘raj merujuk pada peristiwa naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidilaqsa menuju langit hingga Sidratulmuntaha.
Dalil Isra Mikraj dalam Al-Qur’an
Perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW diabadikan secara jelas dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Al-Isra ayat (1):
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Subḥānalladzī asrā bi‘abdihī lailan minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣalladzī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr.
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
Doa Bacaan Isra Mikraj 27 Rajab
Dalam menyambut peringatan Isra Mikraj, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah membaca doa Isra Mikraj.
Mengutip buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, terdapat doa yang dianjurkan dibaca setelah melaksanakan salat sunah malam Isra Mikraj. Namun, doa ini juga boleh diamalkan pada 27 Rajab siang hari. Berikut ini bacaan doa Isra Mikraj:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ لِسَانِي مِنَ الْكِذَّبِ وَقَلْبِي مِنَ التَّفَاقِ وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ وَبَصَرِي مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
Allāhumma ṭahhir lisānī minal-kidzbi wa qalbī minan-nifāqi wa ‘amalī minar-riyā’i wa baṣarī minal-khiyānati fa’innaka ta‘lamu khā’inatal-a‘yuni wa mā tukhfis-ṣudūr.
Artinya: “Ya Allah, sucikanlah lisanku dari dusta, bersihkanlah hatiku dari kemunafikan, bersihkanlah amalku dari rasa pamer, dan bersihkanlah penglihatanku dari pengkhianatan. Sesungguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang tersembunyi di dalam hati”.
Amalan yang Dianjurkan pada Isra Mikraj
Selain membaca doa, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan umat Islam pada 27 Rajab.
1. Memperbanyak istigfar
Memperbanyak istigfar merupakan amalan utama. Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut ini bacaan istigfar yang dianjurkan:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastaṭa‘tu, wa a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, wa abū’u laka bini‘matika ‘alayya wa abū’u bidzambī, faghfirlī fa’innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”.
2. Membaca surah Yasin
Umat Islam dianjurkan membaca surah Yasin setelah salat Subuh, termasuk pada 27 Rajab. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ بَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ فِي شَهْرِ رَجَبَ يس مَرَّةً وَاحِدَةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَ خَمْسِينَ سَنَةً وَدَفَعَ عَنْهُ عَذَابَ الْقَبْرِ
Man qara’a ba‘da ṣalātil-fajri fī syahri Rajaba Yāsīn marratan wāḥidatan ghafarallāhu lahu dzunūba khamsīna sanatan wa dafa‘a ‘anhu ‘adzābal-qabr.
Artinya: “Barang siapa membaca surah Yasin setelah salat Subuh di bulan Rajab satu kali, maka Allah mengampuni dosa-dosanya selama 50 tahun dan menghindarkannya dari siksa kubur”.
3. Bacaan pada 21–30 Rajab
Pada 10 hari terakhir bulan Rajab, termasuk malam 27 Rajab, dianjurkan membaca:
Tasbih 100 kali:
سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوفِ
Subḥānallāhir-ra’ūf.
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Belas Kasihan”.
Membaca surah Al-Ikhlas 11 kali.
4. Membaca doa Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya
Amalan ini dianjurkan sepanjang bulan Rajab sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Jami‘ karya Imam Suyuti:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Rabbighfirlī warḥamnī watub ‘alayya.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah tobatku”.
5. Memperbanyak bacaan tasbih
Membaca tasbih juga dianjurkan, khususnya bagi yang berpuasa. Bacaan tasbih tersebut adalah:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ الْأَعَزِّ الْأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ أَهْلٌ
Subḥāna man lā yanbaghit-tasbīḥu illā lahū, subḥānal-a‘azzil-akram, subḥāna man labisal-‘izza wa huwa lahū ahlun.
Artinya: “Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia.”.
Hikmah Peristiwa Isra Mikraj
Meskipun Isra Mikraj merupakan pengalaman khusus Nabi Muhammad SAW, terdapat banyak hikmah yang dapat dipetik oleh umat Islam, di antaranya:
- Mengetahui shalat lima waktu merupakan ibadah wajib bagi umat Islam.
- Menyadari besarnya rahmat Allah Swt dan kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya.
- Menumbuhkan keyakinan akan kekuasaan dan kehendak Allah Swt atas segala sesuatu.
- Mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah Swt melalui perjalanan Nabi dalam satu malam.
- Memahami salat adalah dialog - langsung antara hamba dan Rabb-nya.
Peristiwa Isra Mikraj menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga keimanan, memperbaiki ibadah, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.()
sumber: beritasatu.com
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex
