Dua Oknum PNS di Rohil Kena OTT Polisi, Diduga Pungli Bantuan UMKM

BAGYNEWS.COM - Tim Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua oknum PNS yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terkait pengurusan Permohonan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Bangko Pusako, pada Jumat 18 Juni 2021 kemarin sekira pukul 09.15 WIB.

Tersangka yang diamankan yaitu berinisial B Boru Sitinjak, warga Kepenghuluan Bangko Mukti, Kecamatan Bangko Pusako, dan rekannya berinisial S (39), warga jalan H. Annas Maamun, Kepenghuluan Bangko Kanan, Kecamatan Bangko Pusako.

"Keduanya berdinas di Puskesmas Bangko Pusako, Rokan Hilir," kata Kapolres Rokan Hilir (Rohil) AKBP Nurhadi Ismanto, SH.SIK disampaikan melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH, Sabtu 19 Juni 2021.

Adapun proses penangkapan operasi tangkap tangan kedua oknum PNS Puskesmas Bangko Pusako tersebut berawal saat tersangka melakukan pungutan liar (pungli) untuk permohonan dana UMKM Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2021.

Dari hasil penindakan operasi tangkap tangan (OTT) tersebut Tim Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir mengamankan barang bukti uang tunai Rp1.200.000 di rumah korban Jalan PKS PT. BUKIT MAS Kepenghuluan Karya Mukti, Rimba Melintang, Rohil berikut sebanyak 48 berkas pemohon dari para pelaku.

Hasil operasi tangkap tangan tersangka, kata AKP Juliandi, sebelumnya atas informasi dari seorang warga bernama ET selaku penerima dana UMKM pada Rabu 16 Juni 2021, katanya ada oknum PNS Puskesmas Bangko Pusako berinisial B Boru Sitinjak meminta uang Rp500 ribu dari pencairan dana UMKM yang sudah diterima korban.

Pelaku juga mengancam kepada korban (penerima dana UMKM) bilamana korban tidak memberikan sejumlah uang tersebut, maka diancam akan tidak ada mendapat bantuan langsung tunai (UMKM) di periode berikutnya, namanya akan dicoret.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Satuan Reskrim Polres Rohil melakukan penyelidikan dan pengembangan pada Jumat 18 Juni 2021 sekitar pukul 09.15 WIB.

"Tim Satreskrim Polres Rokan Hilir melihat korban ET memberikan uang tunai Rp500.000 kepada B BR. Sitinjak saat di depan rumah korban dan langsung tim melakukan tindakan dengan cara mengamankan pelaku dan barang bukti," katanya.

Hasil introgasi pelaku B Boru Sitinjak, bahwasannya uang tunai Rp500.000 tersebut akan dibagikan kepada rekannya bernama S selaku PNS di Puskesmas Bangko Pusako sebesar Rp300.000 dan sisanya Rp200.000 untuk pelaku B Boru Sitinjak.

Atas pengakuan tersangka akhirnya tim melakukan penangkapan terhadap pelaku S dari Puskesmas Bangko Pusako.

Kedua pelaku masing-masing memiliki peran yang berbeda. Pelaku berinisial S tugasnya mengumpulkan berkas-berkas pemohon sedangkan pelaku B Boru Sitinjak tugasnya meminta uang kepada para penerima dana UMKM.

"Ada total 48 berkas pemohon. Namun yang sudah dicairkan sebanyak 22 berkas sebesar Rp6.600.000," kata AKP Juliandi seraya menjelaskan.

Sementara lainnya ada juga sisa dari 5 pemohon yang sudah cair sebelumnya belum membayarkan kepada para pelaku, sementara ada 21 pemohon masih belum menerima dana UMKM dari pemerintah rencananya akan ditransfer melalui Bank.

Barang bukti yang diamankan yakni uang tunai Rp1.200.000 dari B Boru Sitinjak (Rp500.000 pada saat OTT dan Rp700.000 uang pungli sebelumnya), selanjutnya uang tunai Rp3.000.000 dari rekannya pelaku berinisial S (sisa uang pungli yang masih ada), 1 unit sepeda motor supra X warna hitam dan merah BM 2199 PA (kendaraan yang digunakan tersangka mendatangi rumah korban) dan 1 buah handphone merk vivo 1919 warna putih silver milik pelaku berinisial S.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang RI. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman pidananya penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar," katanya. (bgy/man)