Bupati Kuansing Laporkan Kajari ke Kajati Riau, Mantan Staf Kejari Bakal Beri Kesaksian

BAGYNEWS.COM - Bupati Kuansing Andi Putra, SH, MH didampingi Penasehat Hukumnya Dodi Fernando, SH, MH, beserta Plt Sekretaris DPRD Kuansing, Almadi melaporkan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing dan oknum Kasi Pidsus Kejari Kuansing langsung kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Jajang Subagja SH MH di Pekanbaru, Jumat 18 Juni 2021.

Penasehat Hukum Bupati Kuansing, Andi Putra, Dodi Fernando, mengatakan, Bupati Andi Putra diduga diperas sebesar Rp1 miliar lebih oleh oknum penegak hukum di Kejari Kuansing tersebut.

"Kami melaporkan adanya dugaan pemerasan sebesar Rp1 miliar kepada Bupati Kuansing untuk dihilangkan namanya dalam surat dakwaan kasus korupsi (makan minum) Bagian Umum Sekretariat Sekda Kuansing dan untuk tidak dipanggil dipersidangan," kata Dodi dalam pernyataan resminya usai menyampaikan laporan.

Selanjutnya, juga ada dugaan pemerasan dalam penanganan kasus tunjangan perumahan dewan di DPRD Kuansing.

"Yang mana diminta uang sejumlah Rp400 juta paling lambat Selasa tanggal 22 Juni 2021. Kalau tidak, semua tunjangan DPRD akan dicari kesalahan dan diperiksa oleh kejaksaan Kuansing," ungkap Dodi yang juga ditemani mantan Honorer di Kejari Kuansing Oji Darwanto.

Untuk diketahui, Oji Darwanto, mantan Staf Kejari Kuansing akan menjadi saksi dalam laporan dugaan pemerasan terhadap Bupati pilihan masyarakat Kuansing itu.

Langkah yang diambil Bupati Kuansing Andi Putra melaporkan dugaan pemerasan tersebut sebagai wujud indikasi kesewenang-wenangan dalam penegakam hukum di Kuansing.

Agar tidak berimbas kepada masyarakat Kuansing lainnya, maka orang nomor satu di Kuansing itu perlu melaporkan dugaan perilaku yang tidak terpuji tersebut.

Bupati Andi Putra terlihat datang ke Kejati Riau memakai baju warna krem, dan celana jeans serta sepatu cats sekitar pukul 14.09 WIB siang tadi didampingi kuasa hukumnya. (bgy/rls)