Warga Minta Proyek IPAL Dihentikan

BAGYNEWS.COM - Warga RT3/RW4, Kelurahan Kedung Sari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru minta proyek pembangunan instalasi pengolahan limbah yang berada di Jalan Rajawali Ujung supaya dihentikan sementara.

Pasalnya, akibat proyek pembangunan yang dilaksanakan PT Hutama Karya (HK) itu, membuat warga di sekitar lokasi kegiatan (proyek, red) mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bahkan sudah ada yang gulung tikar.

Tidak itu saja, dampak dari pembangunan yang sudah berjalan hampir 2,5 bulan itu, transaksi jual beli nyaris tidak ada. "Income kami turun drastis," kata Arif, warga setempat, Jumat 9 April 2021.

Kemudin, sambung Arif, progress kegiatan itu pun terlihat lambat. Sehingga, akses Jalan Rajawali Ujung 'ditutup'. "Dalam satu minggu ini lumpuh total," kata Arif seraya menunjuk jalan yang ditengahnya terdapat alat berat jenis eskapator yang menutupi badan jalan.

H Mistam, salah seorang pemuka masyarakat setempat menambahkan bahwa terdapat sejumlah bangunan yang retak akibat dampak pembangunan itu, serta banyak kios-kios yang berada di pinggir jalan itu ditutup, karena tidak sanggup melanjutkan sewa (kontrak, red) lantasan tidak ada transaksi jual beli.

"Ada beberapa kios yang sudah tutup. Karena mereka tak sanggup bayar kontrak," tegasnya.

Tak Punya Hati Nurani
Karena dampak pembangunan yang menyengsarakan masyarakat itu, sambung H Mistan, masyarakat akhirnya membuat surat pernyataan yang ditandatangani bersama-sama yang isinya.

Satu, Para pekerja, pengawas sangat lalai, lambat dan malas. 
Dua, Para petinggi proyek tidak mempunyai hati nurani, seakan mementingkan diri sendiri, tidak peka terhadap lingkungan.
Tiga, Kami tidak tau bagaimana caranya bulan Ramadahan ini jalan kami tidak berdebu, tidak becek dan tidak ada pagar-pagar seng serta alat berat yang parkir, sehingga mengganggu pengguna jalan.

Kemudian, katanya, warga terdampak pembangunan itu juga minta konpensasi. Karena, menurut dia, konpensasi itu dianggap wajar. (bgy/gus)