Mahasiswa Riau Tuntut Rekan Mereka Dibebaskan, Ini Kasusnya

BAGYNEWS.COM - Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat, Senin 22 Februari 2021 menuntut rekan mereka Sayuti Munte supaya dibebaskan.

Sayuti Munte ditahan Polda Riau sejak 24 Oktober 2020, pasca aksi unjuk rasa menolak undang-undang Omnibus Law di Kantor DPRD Riau tanggal 8 Oktober 2020 lalu.

"Kita (mahasiswa) akan kawal kasus ini sampai Sayuti Munte dibebaskan," teriak Novyanto, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Riau.

Novy membandingkan kasus yang tengah menimpa Sayuti dengan aksi penyiraman air keras yang dilayangkan kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan hanya dihukum kurungan 1,3 tahun. Sementara Sayuti hanya 2 kali melemparkan batu ke arah mobil Satlantas Polda Riau yang sudah terbalik dihukum 3 tahun 6 bulan," jelasnya.

Selain membandingkan Munte dengan pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan, Novy juga membandingkan hukuman yang diterima oleh para koruptor yang sudah merugikan negara sebanyak triliunan rupiah, namun para koruptor tersebut menerima hukuman yang terbilang rendah.

"Koruptor yang sudah merugikan negara triliunan rupiah hanya dihukum satu tahun penjara, ini adalah bentuk dari matinya demokrasi di Indonesia," imbuhnya. (bgy/ckp)