Keluarga Minta Nama Baik Darismal Dipulihkan Atas Tudingan Pencurian Ternak Sapi

BAGYNEWS.COM - Darismal, warga Lubuk Napal, Kecamatan Rambah Samo, Kecamatan Rambah Samo, Rokan hulu minta nama baiknya dipulihkan karena diduga menjadi korban pencemaran nama baik terkait dugaan pencurian ternak sapi.

Akibatnya yang bersangkutan sempat menjadi tahanan Polsek Rambah Samo dan bersangkutan sempat menjadi tahanan Polsek yang dititipkan di Lembaga Pemasyarakan Kelas II B Pasirpengaraian lebih kurang selama 2 bulan.

Menyikapi hal tersebut keluarga Darismal melalui mertuanya Alamsudin pada Kamis 15 Oktober 2020 mengungkapkan, terkait pencemaran nama baiknya menantunya agar dipulihkan kembali. Karena yang bersangkutan sudah dibebaskan dari seluruh tuntutan. Namun menantunya tidak mendapat surat keterangan bebas baik dari pihak Polsek Rambah Samo, Kejaksaan Negeri Rohul, dan termasuk pihak PN Pasirpengaraian.

Seharunya ada sepucuk surat yang menyatakan kepada yang bersangkutan terkait aksi pencurian sapi sesuai yang dilaporkan ke Polsek Rambah Samo.

Untuk itu pihak keluarga mendesak Polsek Rambah Samo, Kejaksaan dan PN memberikan surat yang menerangkan kebebasan menantinya tersebut untuk memulihkan nama dari menantinya di tengah masyarakat, ucapnya.

Alamsudin menjelaskan kronologis awal ditangkapnya menantunya tersebut berawal
dari penjual sapi, Umrotin menjual sapi kepada Suroto, kemudian Suroto menjual sapi tersebut kepada Darismal seharga Rp8 juta.

Selanjutnya Darismal sudah melunasi sapi tersebut kepada Suroto Rp8 juta. Namun Suroto baru membayarkannya kepada Umrotin separuh harga dan sisanya akan dilunasi habis Lebaran Idul Adha.

"Anehnya menantu Saya tetap ditangkap.

Suroto dan Darismal ditangkap oleh pihak Polsek Rambah Samo atas tuduhan telah melakukan pencurian ternak sapi, sesuai laporan nomor SP.KAP/05/V/2020/Reskrim tgl 29 mei 2020," tutur Alamsudin.

Terkait dugaan pencurian dilaporkan oleh Sudirman dalam fakta  persidangan nama dari pemilik sapi adalah Marlis.

Untuk saat ini, Suroto sendiri masih berstatus tahanan di LP Kelas II B Pasirpengaraian. Sedangkan menantunya bebas namun tanpa ada surat yang menjelaskan atas kebebasan menantunya itu.

Keluarganya saat ini jadi buah bibir dan cerita di warung kopi berapa keluarganya mengeluarkan uang untuk membebaskan menantunya, anehnya keluarganya sendiri bingung karena tidak ada yang menerangkan tentang bebasnya menantunya untuk itu keluarganya mendesak Polsek, Kejaksaan dan PN Pasirpengaraian melayangkan surat untuk memulihkan nama baik keluarga kami, imbuh Alamsudin.(bgy/rs)